Rabu , 13 September 2017, 19:31 WIB

Masjid Al-Noor Mengandalkan Donasi untuk Perawatan

Red: Agung Sasongko
vietnamnet
Masjid Al-Noor, Hanoi, Vietnam
Masjid Al-Noor, Hanoi, Vietnam

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Bentuknya yang unik, lantaran memadukan gaya Eropa dan Mughal, Masjid al-Noor Hanoi banyak menarik minat wisatawan. Uang-uang donasi dari para pengunjung atau jamaah itu digunakan untuk keperluan perawatan masjid dan memberikan infak kepada imam serta pengurus masjid.

Menurut salah satu pengurus Masjid al-Noor, Doan Hong Cuong, perawatan masjid ini merupakan bentuk dari pelestarian entitas Muslim di Vietnam. Meski Islam bukan agama mayortias, dana untuk perawatan masjid tetap ada. Saat ini ada sekitar 79 masjid di seluruh Vietnam, sebagian besar berada di selatan. 

Doan Hong Cuong menjelaskan, perawatan masjid dilakukan beberapa tahapan, tahap pertama dilakukan sebelum masuk waktu Subuh. "Jadi, kami bangun pukul 4.15 setiap pagi dan mengawali hari baru dengan shalat (Subuh)," katanya kepada surat kabar VietNamNet.

Setelah selesai shalat Subuh, bersih-bersih Masjid al-Noor kembali dilanjutkan sampai menjelang waktu shalat Zhuhur. Dengan perawatan secara intensif itu, kebersihan Masjid al-Noor tetap terjaga, meski usianya sudah ratusan tahun. Masjid ini, kata Doan Hong Cuong, pernah beberapa kali mengalami pemugaran. "Proyek tersebut selesai atas sumbangan para donatur yang ikhlas," ujarnya. 

Saat ini jumlah kaum Muslim di Vietnam diperkirakan mencapai 73 ribu jiwa atau hampir 0,1 persen dari 91 juta penduduk negara itu. Mayoritas etnis Cham, lainnya dari Khmer, Melayu, Viet, Cina, dan Arab. Kebanyakan kaum Muslim hidup di selatan Vietnam.