Rabu , 23 August 2017, 00:09 WIB

Kemenag Sebut Hilal Sudah Tinggi untuk Penetapan Idul Adha

Red: Nur Aini
Republika/ Wihdan
 Tim rukyatul hilal Jakarta Islamic Center mengamati terbenamnya matahari di Pulau Karya, Kepulauan Seribu, Jakarta, Jumat (26/5).
Tim rukyatul hilal Jakarta Islamic Center mengamati terbenamnya matahari di Pulau Karya, Kepulauan Seribu, Jakarta, Jumat (26/5).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Nur Syam mengatakan bulan baru atau hilal sudah tergolong tinggi untuk penetapan 1 Dzulhijah 1438 Hiriyah jatuh pada Rabu (23/8) yang juga menjadi acuan untuk penetapan hari raya Idul Adha.

"Hilal sangat tinggi mencapai 7,50 derajat dan ada syarat lain sehingga memenuhi kriteria malam ini masuk bulan baru 1 Dzulhijah," kata Nur Syam dalam jumpa pers usai memimpin Sidang Isbat Awal Dzulhijah 1438 Hijriyah di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Selasa (23/8).

Dia mengatakan pada Rabu (23/8) sudah masuk 1 Dzulhijah berarti untuk Puasa Arafah 9 Dzulhijah jatuh pada Kamis, 31 Agustus 2017 dan Idul Adha 10 Dzulhijah di hari Jumat, 1 September 2017. Dia mengatakan lama hilal di atas ufuk adalah 31 menit 51 detik, umur hilal 13 jam 22 menit 22 detik dan elongasi 7,54 derajat.

Dia mengatakan terdapat 10 perukyat yang melihat hilal di antaranya peneliti dari Bosscha Institut Teknik Bandung, perukyat Lajnah Falakiyah dari Nahdlatul Ulama, tokoh Islam dan perwakilan Kantor Kementerian Agama. "Sebagai pembuktian empiris rukyat kami sampaikan dalam isbat ada 10 orang yang menyampaikan pandangan melihat hjlal dengan mata kepala perukyat yang teruji," kata dia.

Kementerian Agama menggelar sidang isbat penetapan Idul Adha 1438 Hijriyah dengan mengundang sejumlah tokoh penting di antaranya duta besar negara sahabat, Ketua Komisi VIII DPR RI, perwakilan Mahkamah Agung dan Majelis Ulama Indonesia. Selain itu, terdapat juga delegasi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Badan Informasi Geospasial (BIG) dan Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB).

Kemudian perwakilan lain juga hadir seperti dari Planetarium, pakar falak dari ormas-ormas Islam, Tim Hisab dan Rukyat Kementerian Agama dan tamu penting lainnya. Lewat isbat awal Dzulhijah maka diketahui tanggal Masehi dari Hari Puasa Arafah pada 9 Dzulhijah dan Idul Adha 10 Dzulhijah.

Penentuan awal Dzulhijah itu sendiri dilakukan melalui metode perhitungan astronomi/ hisab yang dikombinasikan dengan pemantauan bulan baru atau hilal di 70 titik lokasi strategis di seluruh Indonesia. Beberapa titik pengamatan dipilih Kemenag seperti di Pantai Lageun Aceh Jaya, Bukit Cermin, Kepulauan Riau, Gedung Kanwil Kemenag DKI Jakarta lantai 7, Pusat Observasi Bulan Pelabuhan Ratu Sukabumi, Bosscha Lembang dan Mercusuar Anyer. Pengamatan hilal juga diselenggarakan di Pelabuhan Kendal, Pantai Sunan Drajat, Tanjung Kodok Paciran Lamongan, Pantai Indah Kakap dan Pantai Lampu Satu Merauke.

Sumber : Antara