Ahad , 20 Agustus 2017, 12:38 WIB

Baznas Gelar Aksi Simpatik di CFD

Rep: Fuji Eka Permana/ Red: Agus Yulianto
Republika/Maman Sudiaman
Arifin Purwakananta
Arifin Purwakananta

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menggelar aksi simpatik di area car free day Jalan Soedirman-Thamrin, Jakarta pada Ahad (20/8) pagi. Dalam aksi simpatik tersebut, Baznas melakukan kegiatan sosialisasi dan kampanye menunaikan ibadah kurban melalui program Kurban Berdayakan Desa.

Direktur Koordinasi Penghimpunan, Komunikasi dan Informasi Zakat Nasional Baznas Arifin Purwakananta mengatakan, Baznas hadir ke tengah masyarakat untuk menjemput bola dan untuk memudahkan masyarakat menunaikan ibadah kurban. Menurutnya, ibadah kurban tidak hanya mengandung nilai ibadah saja.

"Ibadah kurban juga mampu menjadi instrumen untuk membangkitkan ekonomi umat terutama di kawasan pedesaan. Bahkan bisa mengurai permasalahan peternakan yang selama ini menjerat peternak," kata Arifin kepada Republika.co.id, Ahad (20/8).

Menurut dia, pembelian hewan kurban melalui Baznas bisa membantu mengembangkan peternakan rakyat di desa-desa. Sebab, saat ini, peternakan di Indonesia didominasi oleh usaha rakyat, bukan industri peternakan besar.

Akan tetapi, peternakan rakyat menghadapi masalah kapasitas produksi yang rendah dibandingkan dengan kebutuhan konsumsi masyarakat. "Kapasitas produksi ini disebabkan oleh metode peternakan yang masih konvensional. Karena itulah, meski menjadi tulang punggung peternakan Indonesia namun nasib peternak tradisional di negeri ini juga tidak bagus," ujarnya.

Arifin menjelaskan, para peternak di desa-desa kekurangan modal sehingga tidak mampu membeli induk berkualitas. Mereka juga sulit memperoleh pakan bermutu dan kesulitan mencegah serta mengatasi wabah penyakit. Bahkan, masih banyak peternak di desa-desa yang tidak pernah merasakan enaknya daging ternak peliharaannya.

"Mereka hanya menjadi tukang menggembala tanpa pernah mendapatkan asupan protein. Karena itu, Baznas mengajak masyarakat melaksanakan Kurban Berdayakan Desa, yakni kurban yang bernilai ibadah namun memberikan manfaat kepada para peternak di desa," ujarnya.

Arifin menerangkan, Kurban Berdayakan Desa melakukan pembelian, penyembelihan dan pendistribusian daging kurban di desa. Sehingga dapat meningkatkan pendapatan bagi masyarakat pedesaan. Juga meningkatkan taraf hidup masyarakat. Manfaat lainnya, ada peningkatan gizi dan ekonomi bagi para penerima manfaat kurban di desa.

Baznas menyerap hewan kurban yang telah dipersiapkan oleh peternak di desa-desa dengan harga yang terbaik. Kurban yang disalurkan melalui Baznas akan didistribusikan ke 108 desa di 20 provinsi yang ada di Indonesia. Tempat pendistribusian sudah dipilih berdasarkan kriteria yang dibuat Baznas.