Kamis , 17 August 2017, 22:15 WIB

Alasan Raja George IV Minati Arsitektur Mughal

Red: Agung Sasongko
Wikipedia
Royal Pavilion Brighton
Royal Pavilion Brighton

REPUBLIKA.CO.ID, Sang raja amat menghargai negeri anak benua India. Melalui East India Company, India telah menyumbang kekayaan besar bagi imperium Inggris sejak abad ke-16.

Transformasi Royal Pavilion tersebut dilakukan John Nash pada 1815. Sang arsitek membutuhkan waktu tujuh tahun untuk menyempurnakannya hingga selesai pada 1823. Dari desain arsitektur Islam Mughal tersebutlah, Royal Pavilion kini berdiri dengan eksterior kompleks bangunan kubah dan menara yang sangat indah dan mewah.

Pola-pola Arabes sangat mendominasi eksterior Royal Pavilion, yang didukung dengan adanya 10 kubah dan 10 menara khas Mughal. Gaya kubah dan menara Royal Paviliun ini pun meniru Istana Maharaja Mughal di Rajashthan, India.

Tidak hanya sentuhan eksterior yang lekat dengan gaya arsitektur Islam Mughal, renovasi Royal Pavilion pun menambahkan berbagai interior dan ruang khas gaya bangunan arsitektur Islam. Mulai dari lengkung khas tapal kuda hingga pilar-pilar khas istana Mughal.

Penambahan lain juga terlihat pada beberapa fungsi ruang, seperti teater dan tempat pemandian air panas khas Turki. Sedangkan, desain interior bagian dalam lain yang sangat menonjol adalah besi dan struktur kaca yang masih bertahan hingga kini.

Pada taman di sekitar Royal Pavilion disulap layaknya taman di sekitar taman Istana Alhambra. Gaya itu ditambah dengan sedikit sentuhan Persia, dengan rumput hijau yang luas, taman bunga berair mancur, serta kanal saluran air.

Namun, ada cerita ironi dari penggunaan arsitektur Islam Mughal ini. Royal Pavilion itu tidak mencoba untuk meniru gaya Mughal India, yang menciptakan gaya baru yang unik dan fantastis. Namun, juga ingin menyimbolkan keterbalikan nilai susila dari arsitektur aslinya di India yang penuh dengan adab ketimuran.

Royal Pavilion ini kemudian dipenuhi dengan keglamoran dan kemewahan. Sebab, di istana inilah berbagai pesta dan kehidupan penuh kesenangan dilakukan sebagai bentuk yang bertentangan dengan nilai susila arsitektur Islam.

Setelah Raja George IV mangkat pada 1830, dan naiknya Raja William IV, ayah dari Ratu Victoria, Royal Pavilion diuji dengan gaya arsitektur Mughal. Renovasi ambisius untuk Royal Pavilion kembali dilakukan. Sebab, ada beberapa struktur bangunan yang dianggap sudah rapuh, seperti atap yang bocor dan saluran pipa yang tidak berfungsi baik. Selain itu, ada juga upaya dari beberapa pihak untuk mengubah gaya arsitektur Mughal. Namun,  upaya tersebut tidak berjalan dan visi Raja George IV akan arsitektur Mughal di Royal Pavilion tetap dipertahankan.