Ahad , 13 August 2017, 21:20 WIB

Cukup Menjadi Manusia untuk Paham Penderitaan Palestina

Rep: Fuji EP / Red: Karta Raharja Ucu
Reuters
Bendera Palestina. Ilustrasi
Bendera Palestina. Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penjajahan yang dilakukan Israel terhadap Palestina dianggap sebagai bencana kemanusiaan yang harus menjadi perhatian dunia. Sebab bencana yang menimpa warga Palestina bukan hanya masalah bagi umat Islam saja.

Salah seorang warga Palestina, Ayman Almabhouh (30 tahun) mengatakan, masalah yang menimpa warga Palestina bukan hanya masalah bagi umat Islam saja. Sebab, yang sebenarnya terjadi di Palestina adalah masalah kemanusiaan.

"Artinya, cukup kita menjadi manusia untuk paham tentang penderitaan warga Palestina, tidak harus menjadi umat Islam," kata Ayman kepada Republika.co.id saat menghadiri acara The Sound of Humanity yang diselenggarakan Dompet Dhuafa untuk Palestina, belum lama ini.

Ia mengatakan, yang melawan penjajah Zionis Israel bukan hanya umat Islam Palestina saja. Masyarakat Nasrani dan Yahudi juga banyak yang menolak pemikiran Zionis yang gemar menjajah. Menurut dia, umat lain saja merasa ada masalah kemanusiaan yang terjadi di Masjid Al-Aqsha, Palestina. Maka umat Islam seharusnya lebih peka lagi terhadap masalah yang terjadi di Palestina.

Ayman mengungkapkan, tapi kondisi umat Islam di negara-negara lain juga keadaannya tidak sedang baik karena mereka sedang diuji. Banyak terjadi bencana kemanusiaan seperti di Suriah. Di waktu yang bersamaan, negara-negara mayoritas Muslim yang seharusnya punya kekuatan untuk membantu Palestina malah sibuk dengan manuver-manuver politik. 

"Seperti Arab Saudi malah mengembargo Qatar, ini bukan dalam rangka menyelesaikan krisis kemanusiaan yang dialami umat Islam di berbagai belahan bumi, ini bentuk langkah mundur dari kualitas umat Islam," ujarnya.

Ia menerangkan, kalau bicara tentang Palestina, seiring waktu berlalu, semakin banyak kejadian baru. Akses pendidikan warga Palestina semakin dipersempit dan dibatasi. Suplai makanan juga semakin lama semakin dibatasi. Hal ini sama-sama terjadi di Gaza dan Tepi Barat Palestina.

"Kalau bicara kondisi terakhir di Palestina, setiap hari semakin mengalami kemunduran, setiap hari keadaannya semakin mengenaskan," ungkapnya.

Meski banyak yang menilai kondisi di Tepi Barat lebih bagus daripada di Gaza, menurut Ayman, sebenarnya di Tepi Barat juga tidak dalam kondisi yang baik-baik saja. Sebab, akses-akses dikuasai orang-orang Zionis di Pemerintah Israel. Sehingga mereka leluasa mengatur hajat hidup orang-orang Palestina.

"Nilai-nilai kemanusiaan se makin hari semakin dilecehkan, hak-hak hidup masyarakat Palestina semakin hari semakin dikesampingkan," ujarnya.