Ahad , 13 Agustus 2017, 19:56 WIB

Gus Sholah: Pancasila Beri Keluasan untuk Islam

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Agus Yulianto
Republika/Wilda Fizriyani
Sejumlah putera-puteri para pendiri bangsa lakukan pertemuan untuk seruan nasional di Pondok Pesantren Tebu Ireng Jombang, Ahad (13/8).
Sejumlah putera-puteri para pendiri bangsa lakukan pertemuan untuk seruan nasional di Pondok Pesantren Tebu Ireng Jombang, Ahad (13/8).

REPUBLIKA.CO.ID, JOMBANG -- Tokoh Agama Kiai Haji Salahuddin Wahid menyatakan, ideologi Pancasila memberikan keluasan untuk agama mana pun, terutama Islam. Hanya sedikit unsur keislaman yang mungkin tidak masuk ke dalam aturan negara ini.

Hal ini diungkapkan pria yang biasa disapa Gus Sholah ini mengingat beberapa kasus yang terjadi di Indonesia. Kasus penistaan agama yang ramai pada Pilgub Jakarta lalu membuktikan adanya masalah antara Islam dan negara.

"Akibat kasus itu, kita disadarkan ternyata setelah 70 tahun merdeka, tapi masalah hubungan negara dan Islam belum selesai," kata Gus Sholah dalam pertemuan putra-putri Pendiri Bangsa di Pondok Pesantren Tebu Ireng Jombang, Ahad (13/8).

Kemudian masalah berlanjut dengan adanya pemikiran-pemikiran luar yang masuk ke Indonesia. Situasi ini lebih tepatnya mulai terjadi di masa reformasi yang membuat banyak pendapat bebas keluar masuk. Beberapa akibatnya terlihat pada sekelompok yang menginginkan pembentukan Islam khilafah secara internasional, bahkan ada yang melakukannya dengan cara kekerasan.

Dengan melihat fakta ini, Gus Sholah menegaskan, Pancasila sebenarnya berkaitan erat dengan Islam. Hal terpenting, dia melanjutkan, sikap saling menghormati perlu terus disosialisasikan. Perintah toleransi, baik di Islam maupun agama lain perlu dilanjutkan sampai kapan pun.