Selasa 01 Aug 2017 16:58 WIB

Pria Ini Bisa Tiru 40 Lantunan Alquran Milik Imam Besar

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Qommarria Rostanti
Ahmad Taqiyuddin Malik saat menjadi pembicara di seminar bertema Ketika Pemuda Mencintai Alquran di Universitas Brawijaya, Malang.
Foto: Republika/Wilda Fizriyani
Ahmad Taqiyuddin Malik saat menjadi pembicara di seminar bertema Ketika Pemuda Mencintai Alquran di Universitas Brawijaya, Malang.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Sekitar 600 pemuda mendapatkan pengajaran tentang cara mencintal Alquran di Universitas Brawijaya (UB), Jawa Timur, dari beberapa narasumber. Para pemuda ini merupakan peserta Musabaqah Tilawatil Quran Mahasiswa Nasional (MTQMN) XV 2017.

Salah satu narasumber, ada yang dikenal kepiawaiannya dalam meniru 40 lantunan ayat Alquran Imam Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Dia adalah Ahmad Taqiyuddin Malik yang menjadi salah satu pembicara di seminar Ketika Pemuda Mencintai Alquran.

Dia menceritakan bagaimana dirinya bisa mencintai Alquran. Pria kelahiran Banjarmasin ini fasih membaca Alquran dengan menirukan lantunan 40 Imam Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Kemampuan yang didapatkannya ini tidak serta merta ada dalam dirinya sejak lahir.

Taqi mengatakan, dia sangat menyukai grup Peterpan saat duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Dia bahkan sempat meminta ibunda untuk membelikan kaset grup kesukaannya itu. Bukannya dibelikan yang diinginkannya,Taqi justru mendapatkan kaset murotal Alquran. "Umi (ibu) memberikan saya kaset murotal untuk ditiru dan dijanjikan kaset itu setelahnya," kata Taqi  di Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) UB, Malang, Selasa (1/8).

Selang waktu berlalu, dia ternyata mampu menghafal Alquran dengan baik. Sebagai hadiah, ibunya justru membelikan kaset murotal versi imam lainnya. Setelah lulus SD, dia pun berhasil menirukan murotal empat sampai lima imam besar.

Kecintaan Taqi dalam membaca Alquran ternyata tak berhenti begitu saja. Dia meyakinkan dirinya untuk masuk ke Pondok Pesantren Darul Qur'an milik Ustaz Yusuf Mansyur. Dengan dukungan dari para ustaz, Taqi mampu menirukan lantunan ayat Alquran 40 imam besar. Tak hanya itu, dia juga dapat menghapal Alquran sebanyak 30 juz.

Sejumlah Imam Masjidl Haram yang dapat ditirukan lantunan ayat Alqurannya oleh Taqi yakni Kepala Imam Masjidil Haram Syekh Abdul Rahman Al Sudais, Wakil dari Kepala Imam Masjidil Haram Syekh Saud Al Shuraim, dan Syekh Abdullah Awad Al Juhany. Imam lainnya yakni Syekh Maher Al Mueaqly, Syekh Khaled AlGhamdi, Syekh Salih bin Abdullah al Humaid, Syekh Usaama bin Abdullah alKhayyat, Syekh Salih Al-Talib Hakim, dan Syekh Faisal Al Ghazzawi.

Sementara Imam Masjid Nabawi yang dapat dia tirukan adalah Syekh Abdullah AlKhulaifi, Syekh Ali Jabir dan Syekh Umar Al Subayyil. Lalu ada juga Syekh Abdullah AlHumaid, Syekh Abdullah Al Harazi, Syekh Abdullah Khayyat dan Syekh Ali Bin Abdur Rahman Al Hudhaify. Ada pula Syekh Salah Ibn Muhammad Al Budair, Syekh Muhammed Al Subayyil, dan Syekh Adil Kalbani.

Mengenai kecintaanya pada Alquran, Taqi menyebut, semua ini bermula dari keinginannya pada satu hal. Dia mendengar bahwa satu penghafal Alquran akan memberikan 10 syafaat bagi keluarganya. "Dan ketika menghafal Alquran, dunia akan memanggil karena Allah SWT yang berkehendak," ujarnya.

Ada begitu banyak keberkahan yang diperolehnya dari mencintai dan dekat pada Alquran. Salah satunya, dia dapat berkunjung hampir ke semua kota di Indonesia dan beberapa negara hingga umrah ke Tanah Suci. Semuanya mampu didapatkannya tanpa harus mengeluarkan biaya sama sekali.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement