Senin , 17 July 2017, 13:54 WIB

Orang-Orang yang Dirindukan Surga

Rep: Ahmad Islamy Jamil/ Red: Agung Sasongko
blogspot.com
Surga (ilustrasi)
Surga (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Salah satu golongan yang dirindukan surga adalah orang-orang yang suka menadaburi Alquran. Semasa hidupnya, Ra sulullah SAW pernah berdoa, "Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu surga, dan berlindung kepada-Mu dari (siksaan) neraka. "Doa itu dibaca Nabi SAW sebanyak tiga kali. Surga pun lantas berkata, "Ya Allah, dekatkanlah dia kepada ku." Sementara, neraka berkata, "Yaa Allah, jauhkanlah dia dari ku," (HR an-Nasa'i: 5536).

Hadis di atas menunjukkan, surga pun dapat meminta kepada Allah SWT untuk memasukkan orang-orang yang ia inginkan ke dalamnya. Pertanyaannya, siapa saja hamba-hamba Allah yang diinginkan atau dirindukan surga tersebut? Tema itulah yang menjadi fokus pembahasan Ustaz Ahmad Susilo dalam kajian Islam yang diadakan oleh Majelis Tak lim Sidra Masjid al-Hidayah Kompleks BI Pancoran Jakarta Selatan, Ahad (2/7) lalu.

Sambil mengutip sebuah hadis dari Abdullah ibn Abbas RA, Ustaz Ahmad Susilo mengungkapkan, ada empat golongan manusia yang sangat dirindukan surga. Golongan pertama adalah orang-orang yang senantiasa menadaburi (mempelajari) Alquran. "Untuk menjadi hamba yang dirindukan surga, kita tidak sekadar dituntut membaca Alquran. Tetapi, juga mempelajari, memahami, dan mengamalkannya sebagai petunjuk dalam kehidupan kita sehari-hari," ujar Susilo.

Dia mengatakan, Allah SWT telah memberikan nikmat yang begitu besar kepada orang-orang yang beriman. Di antara nikmat tersebut adalah Alquran yang mulia. Oleh karena itu, sebagai Muslim, kita memiliki kewajiban untuk mempelajari kitab suci ter sebut dengan sungguh-sungguh se hingga kita pun dijauhkan Allah dari kesesatan yang dapat menjerumuskan kita kepada neraka.

Allah SWT berfirman, "Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus di antara mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri, yang menyampaikan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Alkitab (Alquran) dan al-Hikmah (sunah). Dan sesungguhnya sebelum (kedatangan Nabi) itu, mereka adalah benar-benar dalam kesesatan yang nya ta," (QS: ali-Imran [3]: 164).

Selanjutnya, golongan kedua yang dirindukan surga adalah orang-orang yang menjaga lisannya dari segala perkataan yang tidak berguna. Dalam satu hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Mas'ud RA, Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah disebut mukmin orang yang suka mencela, yang gemar melaknat, yang suka berkata-kata keji, dan yang berkata-kata kotor," (HR at-Tirmidzi: 1977).

"Hadis di atas secara tegas menyatakan, mereka yang kerjaannya suka mencela dan mengucapkan kata-kata kotor belum bisa disebut sebagai orang-orang yang beriman. Karena, Mukmin itu sudah pasti mampu menjaga lisannya dengan baik," ucap Susilo.

Dia menuturkan, orang yang selama hidupnya di dunia suka mengucapkan kata-kata buruk dan keji, bakal kesulitan memperoleh syafa'at dari Rasulullah SAW di akhirat kelak. Sebab, salah satu syarat seorang hamba bisa mendapatkan syafa'at dari Nabi SAW adalah keridhaan Allah SWT terhadap ucapan-ucapannya.

Allah SWT berfirman, "Pada hari itu tidak berguna syafa'at (pertolongan), kecuali orang yang telah diberi izin oleh Tuhan Yang Maha Pengasih, dan yang telah Dia (Allah SWT) ridhai perkataannya," (QS: Taha [20]: 109). "Ayat tersebut menyiratkan kepada kita tentang pentingnya untuk menjaga mulut dari perkataan yang tidak berguna, dalam kondisi apapun. Sebab, semua ucapan yang keluar dari lisan kita akan dihisab oleh Allah SWT di akhirat nanti," kata Susilo.

Adapun golongan ketiga yang dirindukan surga adalah mereka yang memberi makan kepada orang-orang yang lapar. Dalam Alquran, Allah SWT berfirman bahwa di antara penghuni surga kelak terdapat hamba-hamba-Nya yang gemar memberi makan kepada kaum dhuafa.

"Sesungguhnya orang-orang yang berbuat kebajikan minum dari gelas (berisi minuman) yang campurannya adalah air kafur. (Yaitu) mata air (dalam surga) yang daripadanya hamba-hamba Allah minum, yang mereka dapat mengalirkannya dengan sebaik-baiknya. Mereka menunaikan nazar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana.

Dan, mereka memberikan makanan yang disukainya kepa da orang miskin, anak yatim, dan orang yang ditawan. Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih," (QS: al-Insaan [76]: 5–9).

"Ayat-ayat di atas menjelaskan, Mukmin yang gemar memberi makan kepada orang-orang yang lemah bakal menjadi peng huni surga. Namun dengan catatan, amalan itu harus dilakukan karena mengharap ridha Allah SWT semata, bukan didasari oleh riya," ujar Susilo.

Sementara, golongan keempat yang dirindukan surga adalah orang-orang yang berpuasa di Bulan Ramadhan. Begitu banyak hadis yang menjelaskkan keutamaan bagi mereka yang berpuasa di bulan suci. Salah satunya seperti yang diriwayatkan Abi Sa'id al-Khudri RA. Dia berkata "Telah bersabda Rasulullah, 'Tiada seorang yang berpuasa satu hari saja karena Allah, melainkan Allah menjauhkan wajahnya dari api neraka dengan jarak 70 tahun.'"

Pada hari kiamat, orang yang berpuasa Ramadhan juga akan di panggil untuk masuk surga melalui pintu khusus. Pintu surga itu bernama ar-Rayyan. Yang bisa masuk ke sana hanyalah orang yang berpuasa.

Dari Sahl bin Sa'ad RA, Nabi Muhammad SAW bersabda, "Sesungguhnya, pada hari kiamat di surga ada pintu bernama ar-Rayyan. Tidak dapat masuk melalui pintu itu kecuali orang yang berpuasa, yang di panggil oleh penjaganya, 'Di mana mereka yang berpuasa?. Tidak dapat masuk ke situ kecuali mereka saja, dan apabila telah selesai, pintu itu ditutup, tidak ada yang bisa masuk lagi seorang pun," (HR Bukhari dan Muslim).

Majelis Taklim Sidra Masjid al-Hidayah Pancoran rutin mengadakan kajian Islam sejak 2016. Penceramah yang memberikan materi di majelis itu pun selalu berganti-ganti, dengan tema kajian yang cukup variatif. Mulai dari fikih, akidah, akhlak, hingga tafsir. "Informasi tentang agenda kajian di ini biasanya disebarkan melalui grup WA (Whatsapp) oleh para pengurus majelis taklim. Rekaman ceramahnya juga bisa disaksikan lewat laman Youtube," kata salah satu anggota MT Sidra Denny Kurniawan.