Sabtu 03 Jun 2017 14:08 WIB

Bung Karno Jadikan Islam sebagai Inspirasi Peradaban

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Agus Yulianto
Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto
Foto: Istimewa
Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dalam rangka meresmikan Majelis Taklim al-Taufiq, yang berpusat di Mushala kantor DPP Perjuangan. Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) juga menggelar santunan pada 500 anak panti asuhan yang dihadirkan dari beberapa wilayah di DKI Jakarta.

Dalam acara yang digelar pada Jumat sore (2/6) hadir pula Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiayanto untuk memberikan sambutan. Dia menyampaikan, PDI Perjuangan melalui Bamusi, ingin mewujudkan Islam nusantara yang berkemajuan untuk Indonesia Raya, yaitu Islam yang rahmatan lil alamin.

PDI Perjuangan menilai bahwa Bung Karno menjadikan Islam sebagai inspirasi peradaban dan kemajuan. "Bung Karno menjadikan Islam sebagai landasan terpenting dalam mewujudkan kemerdekaan, sebab dalam merdeka itu berarti Indonesia terbebas dari segala bentuk penjajahan dan penindasan," ungkap Hasto melalui siaran pers pada Republika.co.id, Sabtu (3/6).

Hasto menambahkan, PDI Perjuangan sebagai rumah kebangsaan, hingga kini senantiasa membuka diri terhadap berbagai nilai-nilai yang hidup subur di tengah-tengah masyarakat Indonesia. Salah satunya adalah nilai-nilai Islam yang telah beralkulturasi dengan nilai-nilai budaya asli bangsa Indonesia yang kemudian berkembang menjadi agama yang rahmatan lil alamin, toleran dan hidup berdampingan dengan pemeluk agama-agama dan kepercayaan lainnya secara damai dan bergotong royong.

"Maka Bamusi kita minta terus menerus mensosialisasikan pemikiran Bung Karno dan Islam," kata Hasto.

Dewan Penasihat Bamusi, Ahmad Basarah mengatakan, Bung Karno adalah salah seorang santri dan ustadz. Sebab, ia belajar Islam pada KH Ahmad Dahlan dan kemudian menjadi Ketua Majelis Pengajaran Muhammadiyah di Bengkulu pada tahun 1938 sampai dengan 1942.

Hidup dalam lingkungan Muhammadiyah saat menjadi presiden, kata dia, NU dalam muktamarnya memberikan gelar kepada Soekarno sebagai ad-Dharuri bi al-Syaukah. Hal tersebut membuktikan bahwa Soekarno adalah salah seorang pemikir dan pejuang Islam.

Wasekjen PDI Perjuangan ini juga menekankan bahwa PDI Perjuangan menempatkan Islam di tempat terhormat. "Umat Islam di Indonesia, secara internal harus meyakini kebenaran Islam sebagaimana tertuang dalam prinsip yang ada dalam al-Quran: inna al-dina indallahi Islam. Namun secara eksternal, umat Islam juga memiliki prinsip lakum dinukum waliya diin, sehingga bersikap toleran dan plural kepada pemeluk agama-agama lain yang juga sama-sama pemilik sah Republik Indonesia," ujar Basarah.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement