Jumat , 19 May 2017, 08:00 WIB

Din: Aliansi Rusia-Dunia Islam Jadi Model

Red: Agus Yulianto
Republika/ Wihdan Hidayat
Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin (Ilustrasi)
Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Aliansi Strategis Rusia-Dunia Islam dapat menjadi model kemitraan dan kerja sama yang positif untuk membangun peradaban dunia baru yang berkemajuan, berkeadilan dan berkeadaban. Pasalnya, dunia pasca-perang dingin membawa ketidakpastian.

Demikian salah satu pokok pidato Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin mengatakan, pada Sidang Kelompok Visi Strategis Rusia-Dunia Islam di Grozny City, sebagaimana siaran pers yang diterima di Jakarta, Kamis (18/5). "Kedua tesis The End of History Fukuyama dan tesis The Clash of Civilization Huntington memang terjadi tapi mendorong konvergensi," kata dia.

Sayangnya, kata dia, konvergensi itu tidak berwajah positif terhadap dunia Islam sebagai pilar penting peradaban dunia. "Hal yang terjadi justru ada 'permusuhan' terhadap Islam baik secara langsung maupun tidak langsung, seperti adanya proxy war antara sesama negara Islam," kata dia.

Dia mengatakan, globalisasi yang semula dimaksudkan untuk monolitik dalam bidang politik dan ekonomi yang bebas justru membangkitkan negara-negara lain yang ditandai kebangkitan Asia Timur. Akibatnya, lanjut dia, terdapat negara-negara yang merasa terkalahkan sehingga membangkitkan ultranasionalisme seperti yang terjadi di Amerika Serikat dan beberapa negara Barat.

Sayangnya, menurut Guru Besar Politik Islam Global FISIP UIN Jakarta itu, dunia Barat masih melihat Islam sebagai ancaman daripada mitra strategis untuk kemajuan bersama. Maka, lanjut Din, aliansi strategis Rusia-Dunia Islam merupakan alternatif positif. Sejauh ini Rusia dapat mengedepankan pendekatan kemitraan ramah Islam yang tentu saling menguntungkan.

Menurut dia, Rusia memerlukan dunia Islam terutama untuk dukungan politik dan kerja sama ekonomi. Sementara itu, dunia Islam dapat memanfaatkan kekuatan Rusia yang masih menyisakan keunggulan ilmu pengetahuan, teknologi dan juga ekonomi. Maka, kata dia, jika aliansi strategis Rusia-dunia Islam dapat mengubah visi strategis ke dalam aksi-aksi strategis, tidak mustahil akan ikut mendukung terwujudnya tatanan dunia baru yang damai, adil dan sejahtera.

Sumber : Antara