Ahad 23 Apr 2017 19:09 WIB

Amirsyah: Kongres Ekonomi Umat, Tolak Sistem Kapital dan Liberal

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Bayu Hermawan
Wasekjen MUI Pusat Amirsyah Tambunan memberikan sambutan pada acara Halaqoh Akbar Tokoh, Ulama, Habib dan MUI Pusat sekaligus Launcing Satgas KODE Masjid untuk Jakarta, Sabtu (14/1).
Foto: Republika/Prayogi
Wasekjen MUI Pusat Amirsyah Tambunan memberikan sambutan pada acara Halaqoh Akbar Tokoh, Ulama, Habib dan MUI Pusat sekaligus Launcing Satgas KODE Masjid untuk Jakarta, Sabtu (14/1).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Amirsyah Tambunan berharap dengan digelarnya Kongres Ekonomi Umat (KEU), dapat memperbaiki ekonomi umat Islam. Terlebih, MUI menolak sistem ekonomi kapital, liberal, karena keduanya bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan.

"Tema KUE sendiri kan "Arah Baru Ekonomi Indonesia", pastinya akan menolak sistem kapitalisme, liberalism, karena bertentangan dan merugikan rakyat menengah ke bawah," kata Amirsyah pada Republika.co.id, Ahad (23/4)

Amirsyah mengatakan, Ada dua hal penting yang harus diperhatikan dalam menata ekonomi baru di Indonesia. Pertama, Islam menekankan pentingnya perniagaan (al-bai’) yang mengandung filosofi, untuk melaksanakan perintah Allah Swt, manusia harus bisa menyeimbangkan urusan spiritual dengan material.

Kedua, Amirsyah melanjutkan pentingnya umat Islam memiliki keterampilan berniaga, baik dalam bentuk life skill maupun soft skill untuk membentuk entrepreneursip yang jujur, ulet, tangguh, gigih dalam menggerakkan perniagaan. Sehingga mampu mengembangkan bisnis yang sukses dan maju.

"Semoga dengan adanya kongres ini, akan ada pembaharuan-pembaharuan dalam bidang perekonomian. Keterampilan berniaga, dan jiwa usaha yang jujur, ulet, tangguh perlu di tanam dan ditumbuhkan," tegasnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement