Selasa , 21 Maret 2017, 05:41 WIB

Kunjungi Rumah Warga, Muslim Kanada Jelaskan Ajaran Islam

Rep: Fuji EP/ Red: Agung Sasongko
Muslim Kanada
Muslim Kanada

REPUBLIKA.CO.ID, KANADA -- Pemuda Muslim menyebar ke rumah-rumah penduduk di Kanada pada Ahad (19/3) pagi waktu setempat. Mereka membagikan selebaran ke warga Kanada untuk meluruskan pandangan salah terhadap Islam. Mereka juga akan menjawab pertanyaan apapun tentang Islam.

Inisiatif para pemuda Muslim di Kanada tersebut telah direncanakan beberapa pekan yang lalu. Akhirnya gerakan mengunjungi rumah warga untuk meluruskan pandangan orang-orang terhadap Islam dilaksanakan satu hari setelah unjuk rasa di Kanada. 

Qasid Chaudhry dari Asosiasi Pemuda Muslim Kanada bersama teman-temannya harus menerjang cuaca yang sangat dingin di daerah Barrie, Kota Ontario, Kanada pada Ahad (19/3) pagi. Mereka mengetuk pintu rumah warga di sana untuk menawarkan pertanyaan kepada mereka tentang Islam. 

Para pemuda Muslim tersebut nantinya akan memberikan jawaban dari pertanyaan warga tentang Islam. Tujuannya agar warga Kanada mengetahui Islam yang sebenarnya.

Qasid mengatakan, gerakan mengunjungi rumah warga untuk menjawab pertanyaan warga tentang Islam menjadi sangat penting. Sebab, sebelumnya enam orang imigran Muslim ditembak mati pada 29 Januari 2017 di Masjid, Kota Quebec.

"Ada banyak kesalahpahaman pandangan orang terhadap Islam, kami sedang berusaha untuk memberi tahu orang-orang bahwa ISIS bukan Islam. Islam sebenarnya agama yang damai," kata Qasid dilansir dari Ctvnews, Senin (21/3).

Qasid mengaku lahir di Kanada, dia sangat ingin tetangganya memahami betul tentang Islam. Dikatakan dia, meski memeluk Islam tapi tetap memegang teguh nilai-nilai Kanada. Ia juga menyampaikan, sejauh ini respon dari tetangganya di wilayah Barrie terhadap gerakan pemuda Muslim benar-benar baik.

Ia mengungkapkan, banyak sekali orang-orang yang takut dengan Islam (Islamophobia). Hal ini tentu menjadi masalah besar. Tapi, setelah diselidiki mereka ternyata takut kepada kelompok ekstremis. "Kita merasa bahwa orang-orang tidak takut pada Islam, mereka sebenarnya takut kepada kelompok-kelompok ekstremis," jelasnya.