Senin , 20 Maret 2017, 16:00 WIB

Pesantren Diharapkan Bersinergi untuk Mandiri di Bidang Ekonomi

Rep: Muhyiddin/ Red: Agus Yulianto
Darmawan/Republika
KH Didin Hafiduddin
KH Didin Hafiduddin

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Badan Kerja Sama Pondok Pesantren Indonesia (BKSPPI) telah menggelar Ijtima Nasional di Sentul, Bogor, Jawa Barat pada Sabu-Ahad (18-19/2)lalu. Acara itu dihadiri oleh 300 pesantren dari berbagai wilayah di Indonesia.

"Ijtima ini merupakan ajang sillaturrahmi antar pimpinan pondok pesantren dalam rangka berta'awun dan bersinergi dalam berbagai bidang seperti pendidikan dan ekonomi," ujar Ketua Majelis BKSPPI Prof KH Didin Hafidhuddin kepada Republika.co.id, Senin (20/3). Pembukaan acara tersebut juga sempat dihadiri oleh Gubernur Jakarta Barat, Ahmad Heriawan dan ketua umum MUI KH Maruf Amin.

Menurut Didin, BKSPPI berharap, ratusan pesantren yang hadir itu dapat saling bersinergi, sehingga dapat menjadi pesantren yang mandiri di bidang ekonomi dan juga di bidang pendidikan. "Sinergi ini diharapkan menguatkan kemandirian pesantren sekaligus keunggulannya," ucap mantan Ketua Baznas periode 2014-2015 tersebut.

Selain itu, ucap dia, peserta Ijtima Nasional dari berbagai pesantren itu, juga diharapkan turut serta menyosialisasi Koperasi Syariah 212 yang sebelumnya digagas oleh tokoh-tokoh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI. Pasalnya, koperasi tersebut diyakini sebagai awal kebangkitan ekonomi Umat Islam.

"Kita juga ikut mensosialisasikan koperasi syariah 212 dan agar pondok pesantren menjadi anggotanya," kata Guru Besar agama Islam Institut Pertanian Bogor (ITB) tersebut.