Selasa 11 Oct 2016 14:58 WIB

Gubernur NTB: Promosi Perbankan Syariah Harus Mudah Dipahami

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Damanhuri Zuhri
Gubernur NTB, Dr. K.H. TGH. M Zainul Majdi, M.A
Foto: ROL/Fian Firatmaja
Gubernur NTB, Dr. K.H. TGH. M Zainul Majdi, M.A

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Kantor Bank Indonesia (BI) Perwakilan Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar seminar nasional dan sosialisasi buku Perjalanan Perbankan Syariah di Indonesia di Aula Kantor Bank Indonesia Perwakilan Mataram, Selasa (11/10).

Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi mengatakan, persentase ketertarikan masyarakat terhadap Perbankan Syariah masih terbilang rendah. Padahal, ia katakan, Provinsi NTB dikenal sebagai salah satu daerah dengan tingkat religiusitas yang cukup tinggi. Hampir 90 persen total penduduknya menganut Agama Islam.

Ia menyampaikan, saat ini pertumbuhan Perbankan Syariah di Indonesia hanya lima Persen, sedangkan tingkat pertumbuhan di Provinsi NTB sendiri berada di atas delapan persen, yang didominasi para Tuan Guru dan masyarakat yang paham dengan sistem Perbankan Syariah.

Gubernur meminta, para Tuan Guru mengambil peran aktif dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang konsep-konsep Perbankan Syariah sehingga masyarakat dapat memahaminya dengan baik.

"Saat ini cukup banyak masyarakat Indonesia, khususnya di Provinsi NTB belum memahami betul konsep-konsep perekonomian syariah. Itulah yang menjadi salah satu kendala Perbankan Syariah masih kalah dalam akselerasinya dengan Perbankan Konvensional," ujarnya saat menyampaikan sambutan di Aula Bank Indonesia Perwakilan NTB, Kota Mataram, NTB, Selasa (11/10).

Ia melanjutkan, Perbankan Syariah harus memberikan inovasi dalam memberikan pelayanan dengan bahasa akrab dan ramah. Ketidakpahaman masyarakat akan sistem perbankan syariah merupakan tugas bersama sejumlah pihak agar melakukan pendekatan yang lebih mudah diterima dan dipahami masyarakat. "Sehingga masyarakat mulai mengenal dan tertarik untuk melakukan transaksi berbasis syariah," lanjutnya.

Ia juga berharap,  konversi Bank NTB menjadi Perbankan berbasis syariah dapat terwujud pada 2018 mendatang. Konversi Bank NTB, lanjutnya, akan semakin mendukung program pemerintah dalam mewujudkan ekonomi berbasis syariah untuk kepentingan masyarakat NTB.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement