Selasa 31 May 2016 12:58 WIB

Peta Dakwah Diharapkan Buat Dakwah Para Dai Efektif

Rep: Fuji Pratiwi/ Red: Achmad Syalaby
Ketua MUI bidang fatwa, Maruf Amin (tengah).
Foto: Republika/Agung Supriyanto
Ketua MUI bidang fatwa, Maruf Amin (tengah).

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG--Untuk memudahkan pengenalan medan dakwah para dai, Majelis Ulama Indonesia (MUI) meluncurkan peta dan aplikasi Komisi Dakwah MUI. Adanya peta dakwah diharapkan bisa membuat dakwah para dai makin efektif.

Ketua Umum MUI KH Ma'ruf Amin mengatakan, MUI sudah lama ingin mempunyai peta dakwah meski saat ini baru dimulai dari lima kota di Jakarta. Sebab, MUI ingin dakwah para dai berdampak besar meski faktanya tidak selalu demikian. 

''Entah ini karena ulama kurang mumpuni, umat yang sudah bebal atau sistemnya. Karena itu peta dakwah kita harap bisa membuat dakwah para dai efektif dan produktif,'' ungkap Kiai Ma'ruf membuka Rapat Koordinasi Nasional Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat MUI di Tangerang, Senin (30/5) malam.

MUI mempunyai banyak program salah satunya Islam Wasathaniyyah. Di dalamnya, MUI ingin menunjukkan Islam yang santun, toleran, tidak egois dan tidak fanatik, saling mencintai dan mengasihi. ''Dari sana kita bangun prinsip ukhuwah Islamiyah, prinsip keagamaan sekaligus kebangsaan dan kemanusiaan,'' kata Kiai Ma'ruf.

Secara teoritis, Islam moderat itu banyak ditemui di aneka naskah. Tapi pada praktiknya, nyaris tak ada kecuali Indonesia. Indonesia jadi contoh Islam yang toleran tanpa kehilangan nilai pokok. Saat bangsa-bangsa di luar sana memperhatikan itu, jadi tugas bersama di dalam negeri untuk menjaga dan menerapkan Islam Wasathaniyyah.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement