Ahad 20 Mar 2016 07:40 WIB

Lewat Api Tauhid, Kang Abik Ajak Pembaca Kenali Peradaban

Rep: c25/ Red: Agung Sasongko
Novelis Habiburahman Al Shirazy menyendok nasi kebuli pada acara syukuran atas novelnya yang berjudul Ketika Cinta Bertasbih mendapatkan penghargaan di Turki pada Nopember lalu, di Jakarta, Jumat (18/3).
Foto: Republika/ Darmawan
Novelis Habiburahman Al Shirazy menyendok nasi kebuli pada acara syukuran atas novelnya yang berjudul Ketika Cinta Bertasbih mendapatkan penghargaan di Turki pada Nopember lalu, di Jakarta, Jumat (18/3).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Novelis, Habiburrahman El Shirazy melalui karya terbarunya 'Api Tauhid' mengajak pembaca mengenal sejarah peradaban.  "Alhamdulillah pembaca bisa diajak untuk ditingkatkan secara level konten," kata Kang Abik, Ahad (20/3).

Kang Abik mengaku sejak awal sudah membayangkan, kalau novel Api Tauhid memang akan terasa berat bagi pembaca. Pasalnya, selain cukup tebal dari segi halaman, novel Api Tauhid mengambil tema tentang sejarah peradaban dunia.

Senada, CEO Republika Penerbit Arys Hilman Nugraha, menuturkan novel Api Tauhid memang dijadikan semacam bacaan pembangun jiwa. Ia mengaku turut berbahagia masyarakat Indonesia bisa menerimanya, terbukti lewat angka penjualan yang memang tinggi.

"Ini yang kita perlukan untuk masyarakat Indonesia," ujar Arys.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement