Sabtu 12 Dec 2015 11:45 WIB

ICMI Konsisten Dukung Penggunaan Jilbab di Kepolisian

Rep: Muhammad Nursyamsyi/ Red: Bilal Ramadhan
Polwan berjilbab: Polisi Wanita (Polwan) saat mengikuti peragaan pakaian dinas untuk Polwan berjilbab yang digelar di Lapangan Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Jakarta Pusat (25/11).
Foto: Republika/Yasin Habibi
Polwan berjilbab: Polisi Wanita (Polwan) saat mengikuti peragaan pakaian dinas untuk Polwan berjilbab yang digelar di Lapangan Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Jakarta Pusat (25/11).

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Ketua Presidium Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Sugiharto menegaskan, ICMI konsisten mendukung penggunaan jilbab bagi muslimah di seluruh provinsi dan juga di institusi kepolisian.

Hal ini disampaikan saat pembukaan Mumtamar VI ICMI di hadapan Wakil Presiden Jusuf Kalla di Universitas Mataram, NTB, Sabtu (12/12). Selain itu, ia menambahkan, ICMI juga turut serta melakukan terobosan di bidang iptek untuk mengatasi persoalan asap hutan.

"ICMI juga aktif sosialisakan empat pilar MPR RI, baik dalam bentuk seminar, diskusi dan pembangunan bangsa lainnya," ujarnya di Universitas Mataram, NTB, Sabtu (12/12).

Sejak era reformasi ini, ia menilai telah banyak kemajuan yang diraih Indonesia baik dari bidang ekonomi, politik, sosial, dan budaya. Kendati begitu, ICMI tidak menutup mata, dan mendorong untuk terus mengembangkan Indonesia menjadi bangsa yang maju, mandiri, dan sejahtera, agar mampu bersaing di kancah global.

"Sejak Silatnas ICMI tahun lalu di Kendari, ICMI telah deklarasikan gerakan hijrah moral yang sejalan dengan revolusi mental Presiden Jokowi," lanjutnya.

Banyak yang telah berubah sejak kelahiran ICMI 25 tahun silam. Dimana perkembangan sosial, ekonomi, dan politik sejak reformasi menuntut tanggunghawab ICMI lebih besar.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement