Senin , 07 December 2015, 16:48 WIB

Usut Provokator Ketegangan antara Umat Muslim dan Hindu di Bali

Rep: Ratna Ajeng Tejomukti/ Red: Andi Nur Aminah
Republika/Yogi Ardhi
Tengku Zulkarnain
Tengku Zulkarnain

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tengku Zulkarnain mengimbau Kepolisian Bali untuk menangkap provokator yang menyebabkan meningkatnya ketegangan antara umat Muslim dan Hindu di Bali. Menurutnya sudah ratusan tahun umat Muslim dan Hindu hidup damai di Bali.

"Anggota DPD yang satu itu memang sudah Islamophobia, dia harusnya tidak lolos jadi DPD karena tidak mengerti wawasan nusantara," ujar dia Republika.co.id, Senin (7/12).

(Baca Juga: Perwakilan Ulama Bali akan Laporkan Wedakarna). 

Tengku Zulkarnain sangat menyayangkan apalagi jika betul terbukti aksi pengrusakan masjid dilakukan oleh anak buah perwakilan DPD Bali I gusti Ngurah Arya Wedakarna. "Ini jelas akan memecah belah Indonesia. Dia tidak paham konsep NKRI dan Bali bukan daerah khusus," ujarnya. 

Dia mengatakan, selama ini Islam juga menghormati umat Hindu dengan ikut memadamkan listrik dan tidak memakai kendaraan bermotor saat Hari Raya Nyepi. Bahkan untuk shalat pun mereka tidak menggunakan pengeras suara. 

(Baca Juga: Penyerangan Masjid di Bali Karena Pencurian Kotak Amal).