Jumat 27 Nov 2015 19:21 WIB

Dahnil: Terorisme tak Pernah Dibenarkan Agama

Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak berbicara dalam forum Global Youth Interfaith Summit Religion for Peace, di Paris, Prancis.
Foto: dok pri
Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak berbicara dalam forum Global Youth Interfaith Summit Religion for Peace, di Paris, Prancis.

REPUBLIKA.CO.ID,  PARIS -- President Religion for Peace Asia and pacific Interfaith Youth Network (RfP-APIYN) Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, pemahaman masyarakat Eropa tentang Islam dan labeling media tentang Islam yang selalu diidentikkan dengan terorisme memberikan kontribusi Besar bagi Islamofobia di Eropa.

"Untuk itu kelompok antaragama penting melakukan konter isu yang dibuat oleh media, seolah tindakan terorisme dilakukan oleh satu agama, terang tindakan terorisme di banyak negara tidak mengenal agama," ujar Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah itu saat berbicara dalam acara Global Youth Interfaith Summit Religion for Peace, di Paris, Prancis, Jumat (27/11).

Dahnil yang menjadi perwakilan tokoh muda Islam dari Asia dan Pacific menegaskan, terorisme hanya membajak agama Untuk kepentingan mereka. Oleh karenanya, kata dia, penting bagi kelompok antaragama Dunia untuk memberikan pemahaman yang benar kepada masing-masing kelompoknya bahwa sesungguhnya tindakan terorisme tidak pernah dibenarkan oleh agama mana pun.

"Faktanya yang terjadi adalah sekelompok penjahat membajak agama untuk tindakan kekerasan," tegas Dahnil. Menurut dia, seluruh negara di dunia harus mendorong tatanan dunia yang lebih adil.

Negara-negara adidaya, tegas dahnil, harus berhenti melakukan perang dan penyerangan terhadap negara-negara Arab atas nama perdamaian. Ia mengingatkan, tidak ada perdamaian yang dilakukan melalui perang, yang terjadi justru adalah kebencian yang turun-temurun.

Dalam kesempatan itu, Dahnil juga menyatakan, Indonesia bisa menjadi kiblat baru dunia ketika berbicara tentang Islam.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement