Rabu 25 Nov 2015 22:13 WIB

Syarikat Islam Fokus Urusi Kesejahteraan Umat

Rep: Joko Suceno/ Red: Agung Sasongko
Ketua Umum Syarikat Islam (SI), H Rahardjo Tjakraningrat
Foto: Heri Ruslan/Republika Online
Ketua Umum Syarikat Islam (SI), H Rahardjo Tjakraningrat

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG --Syarikat Islam (SI) akan memilih pimpinan untuk lima tahun ke depan. Melalui, Majelis Tahkim ke-40, SI bersiap menyelesaikan pekerjaaan rumah yang belum tuntas.

Ketua Umum Lajnah Tanfiziyah Syarikat Islam, Raharjo Cakraningrat mengatakan,  kader dan simpatisan jangan  terlalu membangga-banggakan prestasi masa lalu tanpa disertai prestasi saat ini. Salah satu pekerjaan besar kaum SI menyatukan dalam sebuah rumah besar.

Ia mengakui  organisasi yang dipimpinnya masih belum berjalan secara maksimal. Ia berharap dengan kegiatan ini akan mampu memperbaiki kondisi organisasi sekarang ini. ‘’Kita harus keluar dari situasi yang kurang menguntungkan ini," kata dia.

Syarikat Islam (SI) menggelar Majelis Tahkim (Konggres Nasional) yang ke-40 di Hotel Grand Aquila, Kota Bandung, Selasa (24/11). Salah satu agenda penting dalam kegiatan ini yaitu memilih pimpinan SI untuk lima tahun ke depan. Ribuan kader dan simpatisan SI memadati acara pembukaan Majelis Tahkim yang dilakukan Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan.

Sejumlah tokoh hadir dalam acara tersebut, antara lain Ketua Umum MUI Jabar, Rahmar Syafei, Ketua PW Persis Jabar,  Syamsul Falah, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Hamdan Zoelva, dan tokoh-tokoh Syarikat Islam seperti Syamsuri Siddik dan E Saefullah.

Dalam sambutannya, Ahmad Heryawan, mengatakan, kaum Syarikat Islam jangan terfokus kepada masalah politik dan internal organisasi saja. persoalan yang tak kalah penting, kata dia, yaitu mengurusi kesejahteraan umat. Sebagai organisasi yang konsen terhadap masalah ekonomi Syarikat Islam harus melirik dunia wirausaha.

‘’Prinsip Syarikat Islam adalah sebersih-bersihnya tauhid, setinggi-tingginya ilmu, dan sepintar-sepintarnya siyasah. Maka harus ditambah dengan secerdas-cerdasnya dagang (wirausaha)," ucapnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement