Kamis 03 Sep 2015 21:58 WIB

Resesi Ekonomi Buka Peluang Memperbanyak Sedekah

Ustaz Bachtiar Nasir
Foto: Republika/Agung Supriyono
Ustaz Bachtiar Nasir

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Kondisi perekonomian nasional yang saat ini tengah lesu justru bisa menjadi peluang bagi umat Islam untuk tetap secara konsisten dan memperbanyak ibadah dengan tetap berpegang teguh pada Alquran dan Sunnah.

“Kegiatan ini yang menjadi pembuka pintu-pintu rezeki yang tidak disangka-sangka datangnya, dari segala penjuru semesta,” ujar Pimpinan Ar-Rahman Qur'anic Learning (AQL) Islamic Center Ustaz Bachtiar Nasir di Jakarta, Kamis (3/9).

Ada satu hal yang selama ini mulai terlupakan oleh masyarakat yang menurut Ustaz Bachtiar menjadi pemicu negara ini diterjang resesi ekonomi. Yakni, berkaitan dengan kegiatan sedekah, infak atau saling berbagi dengan sesama.

Dengan menggalakkan kegiatan sedekah, infak, dan berbagai dengan sesama, lanjutnya, bangsa Indonesia tidak akan larut dalam kekhawatiran dan ketakutan yang berlebihan akibat resesi ekonomi.

Ia menegaskan, ada satu poin penting yang terlupakan, padahal esensi dan dampaknya sangat luar biasa jika itu dilakukan secara berjamaah, yakni kegiatan sedekah.

"Saya lihat kegiatan sedekah ini mulai berkurang. Padahal, dengan sedekah akan membuat ekonomi nasional berputar dan bisa meredam gejolak akibat resesi ekonomi. Kita harus berani bersedekah dalam kondisi yang sangat sempit sekali pun dari sebagian harta kita,” kata Sekjen Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Pusat ini.

Ia justru heran kalau mata uang dolar menguat, seakan-akan dunia akan kiamat. Maka, ia berharap masyarakat meluruskan cara berpikir seperti itu.

Kesempatan untuk melakukan sedekah bagi umat Islam sangat terbuka lebar. Banyak jalan dan cara yang bisa ditempuh. Salah satu kesempatan itu bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha yang akan dirayakan pada 10 Dzulhijjah atau bertepatan dengan 24 September 2015 mendatang.

“Implementasi sedekah itu harus disalurkan melalui kurban. Dengan berkurban, bukan hanya menjadi jalan bagi sekeluarga masuk surga tetapi juga akan membuka pintu-pintu rezeki bagi umat Islam,” ujar Ustaz Bachtiar.

Berkaitan dengan implementasi sedekah melalui qurban ini, AQL Islamic Center melalui LAZIS Ar-Rahman mengakomodasi umat Islam yang ingin berkurban, baik di dalam negeri, luar negeri atau pun dikhususkan untuk Tolikara, Papua.

Kurban untuk Tolikara ini memang dikhususkan sebagai wujud kepedulian dan berbagi dengan sesama pasca insiden pembubaran shalat Idul Fitri oleh massa GIDI pada 17 Juli lalu.

Harga paket kurban untuk Tolikara, diakuinya, relatif mahal, yakni Rp 35 juta per ekor sapi. Lantaran biaya hidup di Papua cukup mahal, serta biaya pengiriman sapi dan logistik lainnya yang tinggi juga menjadi penyebab mahalnya satu ekor sapi di Papua.

“Yang penting adalah semangat untuk membangun kembali ruh dan jiwa masyarakat Tolikara,” tegas Bachtiar.

Bachtiar juga menuturkan bahwa metode kurban itu tidak harus dilakukan secara bergiliran. Misalnya, tahun ini giliran ibu karena tahun sebelumnya merupakan giliran bapak. Lalu, tahun depan giliran anak.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement