Rabu 05 Aug 2015 17:00 WIB
Muktamar Muhammadiyah

Muhammadiyah Beri Beasiswa 1.419 Mahasiswa Asal Thailand

Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin di Makassar, Rabu (5/8).
Foto: Republika/Prayogi
Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin di Makassar, Rabu (5/8).

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR -- Ormas Islam Muhammadiyah menyatakan memberikan beasiswa kepada 1.419 mahasiswa asal Thailand yang terbagi di sejumlah provinsi di negara tersebut. "Sudah ada ribuan mahasiswa Muslim asal Thailand yang disekolahkan di sejumlah kampus Muhammadiyah di daerah Pulau Jawa," kata Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (5/8).

Dia menyebutkan beasiswa itu diberikan kepada pemuda Muslim dari empat provinsi di Thailand, guna menimbah ilmu pengetahuan di Indonesia untuk diterapkan di negaranya. "Mereka datang bersekolah ke Indonesia bukan hanya ilmu agama tetapi tersebar ada yang kuliah di fakultas pertanian, ekonomi, teknologi, manajemen dan beberapa fakultas lainnya," tutur Din.

Selain itu, kerja sama yang dibangun dengan pihak kerajaan Thailand semata mata hubungan persahabatan antarnegara, mengingat nama Muhammadiyah juga cukup besar di sana dan telah berdiri sendiri. "Komitmen kami kepada kerajaan Thailand sebagai pemerintah tetap kita jaga, karena integritas Muhammadiyah sudah sangat direspon masyarakat Thailand," ujarnya.

Kendati mayoritas masyarakat Thailand menganut ajaran Buddha dan Islam minoritas, lanjutnya, tidak menjadi masalah mengingat hubungan baik dan toleransi beragama sangat kuat di sana. Ketua umum MUI tersebut mengatakan dalam Muktamar ke-47 Muhammadiyah sejumlah mahasiswa Thailand dan peserta peninjaunya juga hadir mengikuti rangkaian acara.

Selain itu, juga dilakukan pertemuan muktamar internasional dengan delegasi sebanyak 18 cabang spesial dari organisasi-organisasi Muhammadiyah yang ada di luar negeri. "Muhammadiyah juga mengirimkan mahasiswa sebagai kader terbaik untuk menimbah ilmu, bukan hanya di Thailand tetapi ada 18 negara lainnya yang sudah membentuk cabang spesial di sana," tambahnya.

Bahkan diketahui beberapa organisasi yang bernama Muhammadiyah dari berbagai negara, walau tidak ada hubungan organisatoris dengan PP Muhammadiyah yang ada di Indonesia juga hadir sebagai peserta peninjau.

Negara negara tersebut, yakni Republik Sosialis Soviet Kazakhstan (Rusia), Belgia, Belanda, Al Azhar (Kairo), Malaysia, Singapura dan Republik Mauritius (Afrika).

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement