Senin 03 Aug 2015 11:12 WIB
Muktamar Muhammadiyah

Jokowi: Kita Harus Berani Memperjuangkan Kemerdekaan Palestina

Rep: Debbie Sutrisno/ Red: Bayu Hermawan
Presiden Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana saat menghadiri peringatan Harganas XXII, di Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (1/8).
Foto: Setkab
Presiden Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana saat menghadiri peringatan Harganas XXII, di Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (1/8).

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR -- Presiden Joko Widodo mengajak agar umat muslim di Indonesia pada umumnya, dan warga Muhammadiyah pada khususnya untuk bersatu dalam memperjuangankan kemerdekaan negara Palestina.

"Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, kita harus berani memperjuangan kemerdekaan Palestina dan mengambil posisi sebagai kekuatan moderat," tegasnya saat berpidato di depan ribuan jamaah Muhammadiyah saat melakukan pembukaan Muktamar Muhammadiyah ke-47 dan Aisyiyah Satu Abad.

Jokowi berharap agar umat muslim di Indonesia bukan hanya bersatu dengan sesama umat muslim lain. Namun mampu menjadi kekuatan bersama umat lain sehingga bisa membentuk bangsa yang berkekuatan. Selain itu, Muhammadiyah diminta mampu menjadi taulanan teladan dengan hidup ramai dan rukun dalam keragaman.

"Muhammadiyah turut memiliki tanggung jawab sebagai salah satu organisasi kemasyarakatan terbesar," ujarnya.

Ia yakin, Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah kali ini mampu menghasilkan sumbangan pemikiran bagi sejumlah tantangan bangsa. Perjuangan bangsa disebut masih sangat panjang, hal ini membuat bangsa akan menghadapi berbagai rintangan seperti kemiskinan dan kebodohan, praktek korupsi serta penyalahgunaan narkoba.

"Dengan pandangan Islam berkemajuan, sumber daya manusia berkualitas, pengalaman yang panjang, saya percaya Muktamar Muhammadiyah bisa menjadi motor bagi kemajuan bangsa. Muhammadiyah mempunyai peran penting," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement