Rabu , 08 July 2015, 16:08 WIB

Ini Klarifikasi Menag tentang Islam Nusantara

Rep: Marniati/ Red: Indah Wulandari
Lukman Hakim Syaifuddin
Lukman Hakim Syaifuddin

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meluruskan stigma tentang Islam Nusantara. Menurutnya, Islam Nusantara merupakan nilai atau ajaran-ajaran Islam yang diimplementasikan di bumi Nusantara. Sehingga, ketika nilai-nilai Islam tersebut diimplementasikan di ranah lokal, maka menunjukan kekhasannya.
 
"Bagaimana nilai-nilai Islam ini terkait dengan penyikapan terhadap perempuan, misalnya. Yang tidak sama jika diterapkan di wilayah lain. Bagaimana nilai-nilai islam menyikapi perbedaan yang ada. Bahkan terhadap perbedaan yang bisa masuk kategori akidah lalu kemudian mengusik atau merampas hak-hak mereka," ujar Lukman, Selasa (7/7).
 
Sebetulnya, ujar Menag, istilah Islam Nusantara juga dikenal dengan Islam moderat yang penuh toleransi, Islam yang bisa hidup dalam keberagaman, Islam yang menjunjung tinggi hak-hak perempuan, hak azasi manusia, dan lain sebagainya.
 
Sehingga, ia berharap Islam menjadi model bagi bangsa lain untuk mengambil nilai-nilai positif di wilayahnya masing-masing.
 
Adapun terkait banyaknya kontroversi yang timbul karena istilah Islam Nusantara, ia mencermatinya akibat belum adanya kesamaan pemahaman tentang substansi.

"Jadi sebenarnya tidak ada yang perlu dikhawatirkan sama sekali," katanya.
 
Menurutnya, istilah Islam Nusantara bukan untuk mendegasikan atau menafikkan kelompok tertentu. Penetapan istilah Islam Nusantara ini pun tidak ada hubungannya sama sekali dengan politis.