Kamis 07 May 2015 12:41 WIB

Muhammadiyah Sepakat Penyatuan Kalender Hijriyah

Rep: c28/ Red: Indah Wulandari
 Umat muslim menjalankan salat Tarawih pertama Ramadhan 1435 Hijriyah di Masjid Jakarta Islamic Center, Jakarta, Sabtu (28/6). (Republika/Adhi Wicaksono)
Umat muslim menjalankan salat Tarawih pertama Ramadhan 1435 Hijriyah di Masjid Jakarta Islamic Center, Jakarta, Sabtu (28/6). (Republika/Adhi Wicaksono)

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Wacana penyatuan penentuan awal bulan Hijriyah dinilai harus segera dilaksanakan demi memenuhi kebutuhan umat.

“Muhammadiyah menyambut baik upaya penyatuan kalender Hijriyah ini,” kata Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Agung Danarta, Kamis (7/5).

Pihaknya menyambut baik upaya penyatuan tersebut dengan langkah berdiskusi dan menyampaikan pendapat terkait cara penetapan awal bulan Hijriyah dengan Kementerian Agama.

“Kemarin kita sudah melakukan muzakarah dengan Kemenag, iya kami sepakat. Keinginan ini sudah sejak enam tahun yang lalu biar kami semua duduk bareng,” katanya.

Kesepakatan itu tercapai karena Muhammadiyah melihat perbedaan penentuan awal Ramadhan dan Syawal membuat bingung umat Islam di Indonesia.

“Muhammadiyah ingin penyatuan kalender seluruh umat Islam se-dunia, jangan hanya nasional saja,” kata Agung.

Agung menambahkan, dalam muzakarah tersebut belum ditemukan metode yang harus dipakai agar hasil penentuan waktu awal bulan Hijriyah seragam.

“Jadi, belum bisa ditargetkan karena ini kan wacana ilmiah dan ada beberapa poin yang belum ketemu” ujarnya.

Muhammadiyah, menurutnya, selalu berupaya agar menyatukan kalender Hijriyah ini secepat mungkin dapat terealisasi dengan baik agar Indonesia dapat menjadi panutan umat Muslim yang menyatukan perbedaan demi kerahmatan seluruh umat.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement