Ahad 29 Mar 2015 06:00 WIB

Ini Alasan Muslim Dilarang Ikut-Ikutan April Mop

Rep: Hannan Putra/ Red: Indah Wulandari
April Mop (Ilustrasi)
Foto: guyspeed
April Mop (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Selain ulama kontemporer seperti Qardhawi, ulama salafi juga tak ketinggalan ikut mengecam umat Islam yang ikut-ikutan budaya April Mop tersebut. Seperti difatwakan Mufti Arab Saudi, Muhammad ibnu Shalih ibnu Utsaimin mengatakan, haram hukumnya berbohong walau hanya untuk tujuan kelakar.

"Saya ingin mengingatkan saudara saya umat Islam agar menghindarkan diri dari apa yang dilakukan sebahagian manusia yang tidak cerdik seperti 'April Fool'. Pembohongan seperti ini yang diambil dari orang Yahudi, Nasrani, Majusi dan orang kuffar," jelas Utsaimin dalam laman resminya.

Demikian juga Fatwa Mufti Arab Saudi, Shalih bin Fauzan Al-Fauzan yang melarang keras umat Islam untuk mengikuti tradisi April Mop.

"April Mop diimpor dari kebiasaan batil dan bukan termasuk amalan kaum muslimin. Berbohong itu jelas tidak boleh, tidak di bulan April, tidak pula di bulan lain. Allah mengharamkan dan melarang dusta, serta mengancam para pendusta, maka tidak boleh berdusta di semua waktu," tegasnya.

Dari aspek kemaslahatannya, berbohong walau dengan tujuan bercanda juga memiliki mudharat. Orang menjadi tidak percaya apakah itu berita yang benar atau hanya sebuah kebohongan. Seperti tsunami yang terjadi di Hawai tanggal 1 April 1946 silam.

Media massa setempat mengeluarkan peringatan akan adanya tsunami kepada warga setempat. Namun hal ini dianggap sebagai berita hoax di hari April Mop. Akhirnya, tsunami menghantam pulau tersebut.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement