Selasa 24 Mar 2015 12:33 WIB

Berat Lunasi BPIH, Calon Haji Sebaiknya tak Paksakan Diri

Rep: Dyah Ratna Meta Novia/ Red: Indah Wulandari
 Seorang pendamping calon haji melakukan pelunasan biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) tahap III
Foto: Republika/Agung Supriyanto
Seorang pendamping calon haji melakukan pelunasan biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) tahap III

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Ketua Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji Khusus (Himpuh) Baluki Ahmad memperkirakan kenaikan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) yang insidental akibat nilai tuka dolar AS naik akan merepotkan calon jamaah haji.

"Ini memberatkan calon jamaah haji yang tak siap," ujarnya, Selasa (24/3).

Terkait apakah melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar juga membuat banyak orang batal naik haji, Baluki memprediksi adanya kemungkinan itu.

Namun, ia menilai ada keanehan pada sikap pemerintah yang tidak berusaha mengendalikan nilai dolar.

"Mereka malah tenang-tenang  saja, bahkan Menko menganggap hal itu wajar," urainya.

Maka, Himpuh pun menyarankan agar masyarakat tak memaksakan diri naik haji di tengah kondisi serba sulit.

“Yang punya kemampuan silakan dilanjutkan upaya naik hajinya, namun kalau yang tidak mampu, sebaiknya tidak usah dipaksa," tegas Baluki.

Menurutnya, yang penting masyarakat sudah ada ikhtiar untuk naik haji. "Kalau akibat nilai rupiah anjlok belum bisa naik haji, ya tidak apa-apa tak perlu dipaksakan. Solusinya, ikhlaskan saja," ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement