Sabtu 29 Nov 2014 05:20 WIB

Pelatihan Muballighah Yayasan MAI Munculkan Kader Daiyah

mama dedeh tengah memotivasi kader dakwah muballighah
Foto: foto: damanhuri zuhri/republika
mama dedeh tengah memotivasi kader dakwah muballighah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dakwah merupakan kewajiban baik kaum Muslimin maupun Muslimah. Namun, kini semakin hari jumlah juru dakwah Muslimah semakin berkurang akibat banyaknya daiyah yang berusia lanjut maupun meninggal dunia.

Menyadari perlunya kaderisasi mubalighah, Yayasan Media Amal Islami (MAI) menggelar pelatihan dakwah Muballighah, Kamis (20/11).

Kegiatan yang diselenggarakan di Gedung Asrama Yatim dan Dhuafa Yayasan MAI Jalan Lebak Bulus V, nomor 34, Cilandak Barat, Jakarta Selatan, diikuti tak kurang dari 150 kader dakwah.

Para peserta merupakan para ustazah dan pimpinan Majelis Taklim binaan Yayasan Media Amal Islami di berbagai daerah di Jakarta, Tangerang, Bogor, dan Cianjur.

Menurut Ketua Yayasan Media Amal Islami, Ustaz Aslih Ridwan MA, yang dikenal sebagai juru dakwah di Bens Radio, para peserta pelatihan mubalighah akan digembleng berbagai ilmu selama enam bulan.

“Hari ini pembukaan pelatihan yang diisi penceramah Mama Dedeh. Insya Allah sejumlah ustaz dan juru dakwah ternama juga akan memberi materi dakwah,” ujarnya kepada Republika.

Kegiatan pelatihan muballighah ini, Ustaz Aslih menambahkan, selain menjadi ajang silaturahim antarustazah dan pimpinan majelis taklim, juga menjadi sarana untuk memotivasi para pengurus majelis taklim agar senantiasa optimistis menatap masa depan dengan keimanan dan ketakwaan.

“Harapannya semakin kuat ukhuwah Islamiyah dan ketenangan hati dengan ilmu-ilmu agama yang didapat,” katanya menerangkan.

Mama Dedeh yang tampil di atas panggung memotivasi para kader dakwah agar dapat melakukan dakwah dengan ikhlas. “Yang terpenting untuk dimiliki para juru dakwah, yakni terus banyak belajar dan tidak boleh sombong. Juga, jangan gampang marah,” ujar Mama Dedeh mengingatkan.

Mama Dedeh mengajak para ustazah dan pimpinan majelis taklim untuk tidak segan berbagi tugas dengan jamaah lainnya mulai kegiatan yang kecil. “Semisal, sambutan pada sebuah acara atau menjadi pembawa acara. Jangan semuanya diambil alih oleh ketua majelis taklim,” katanya menjelaskan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement