Jumat 28 Nov 2014 16:26 WIB

Indonesia Membutuhkan Tasawuf

Rep: syahruddin el-fikri/ Red: Damanhuri Zuhri
Tasawuf (ilustrasi)
Foto: Blogspot.com
Tasawuf (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID. JAKARTA -- Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil menjelaskan, sesungguhnya manusia di zaman modern ini lebih membutuhkan tasawuf daripada zaman orang-orang terdahulu.

Zaman modern ini, kata kyai Said, mengundang banyak godaan dan tantangan yang bisa menjerumuskan manusia pada tingkatan yang rendah di berbagai  aspek.

"Sebab, sejatinya manusia yang beradab adalah manusia yang hatinya berfungsi aktif mulai dari ‘bashirah’ hingga ‘fuad’," papar KH Said dalam makalahnya bertajuk Tasawuf sebagai Revolusi Spiritual Dalam Kehidupan Masyarakat Modern.

Makalah tersebut akan disampaikan pada pengukuhan dirinya sebagai guru besar bidang tasawuf pada Fakultas Ushuluddin Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya, Sabtu (29/11).

Ia menambahkan, negeri kita di era kepemimpinan baru saat ini yang tengah bersemangat menggemakan revolusi mental tentunya bisa menjadi harapan baru bagi Indonesia yang lebih beradab.

Setelah sekian lama bangsa kita merasakan pudarnya nilai-nilai kemanusiaan, persatuan, solidaritas yang akarnya adalah kejatuhan mental, sehingga bangsa kita ini mudah dimasuki oleh berbagai pengaruh khususnya pengaruh asing seperti kapitalisme, liberalisme serta radikalisme dan terorisme.

"Revolusi mental membutuhkan amunisi  yang lebih mendalam dan mendasar dalam mendongkrak dan membangun mentalitas bangsa yang paripurna, yaitu melalui ‘revolusi spiritual’ yang berbasiskan pada tasawuf," jelasnya.

Saat ini, KH Said Aqil Siroj menjabat sebagai ketua umum tanfidziyah PBNU. KH Said dilahirkan di Cirebon, Jawa Barat, pada 3 Juli 1953. Pendidikan sarjana (strata-1) diselesaikan di Universitas King Abdul Aziz, jurusan Ushuluddin dan Dakwah, lulus 1982.

Kemudian melanjutkan program pascasarjana pada Universitas Umm al-Qura (Madinah), jurusan Perbandingan Agama, lulus 1987. Selanjutnya, suami dari Hj. Nur Hayati Abdul Qodir menyelesaikan program doktoralnya di University of Umm al-Qura, jurusan Aqidah/ Filsafat Islam, lulus 1994.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement