Rabu 26 Nov 2014 22:37 WIB

Kemenag Siapkan Madrasah Vokasi

Rep: c60/ Red: Damanhuri Zuhri
Logo of Bank BRI (file photo)
Foto: Republika/Adhi Wicaksono
Logo of Bank BRI (file photo)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Agama (Kemenag) sedang menyiapkan madrasah vokasi atau madrasah keterampilan yang sensitif terhadap dunia kerja.

Untuk program tersebut, Kemenag telah membicarakan kemungkinan kerja sama dengan pemangku kepentingan (stakeholder) lain.

Selain pemerintah daerah, salah satu stakeholder yang akan digandeng untuk mengembangkan madrasah vokasi adalah perbankan.

"Saya sudah ketemu dengan direktur Bank BRI. Mereka membuka diri untuk program pemagangan seperti ini. Jadi, nanti bisa magang di Bank BRI di seluruh Indonesia," ungkap Direktur Madrasah Kemenag Nur Kholis Setiawan kepada Republika, di Jakarta, Senin (24/11).

Kendati bergerak di bidang pendidikan keterampilan, madrasah vokasi berbeda dengan sekolah kejuruan. "Bukan keterampilan seperti menengah kejuruan karena pembangunan SMK biayanya menurut kami sangat mahal.''

Dia menjelaskan, madrasah vokasi akan memaksimalkan potensi yang terdapat di lingkungan sekitar sekolah. Dia mencontohkan, madrasah yang berada di wilayah perkebunan akan diarahkan untuk mendalami usaha jenis perkebunan.

"Kenapa tidak didorong untuk banyak bermitra dengan potensi lokal? Misalnya, madrasah di daerah Brebes, Jawa Tengah, akan diarahkan untuk memahami potensi lokal, bawang merah, dan telur asin," ujar Nur Kholis.

Ide ini, kata dia, bukanlah ide baru di Kemenag. Ide seperti ini telah dilakukan oleh Kemenag periode sebelumnya. "Kita sudah punya 36 MAN model pengembangan keterampilan. Konsepnya murah tapi jalan," kata dia.

Sebagai upaya pengembangan, kata Nur Kholis, pihaknya akan mengawal dengan memberikan program magang di beberapa perusahaan yang bergerak di bidang yang dipelajari para siswa di madrasah. "Caranya, kita kawal dengan program pemagangan," ujar dia.

Dia optimistis program ini akan sangat membantu para siswa yang memiliki kecenderungan menonjol di bidang usaha dan industri. ''Semua potensi yang dimiliki peserta didik, seharusnya difasilitasi.''

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement