Ahad 31 Jul 2011 08:30 WIB

Tahu Temannya Ternyata Muslim, Seorang Pria Langsung Menikamnya

Bradley Kent Strott
Foto: www.dailymail.co.uk
Bradley Kent Strott

REPUBLIKA.CO.ID,FLORIDA - Seorang pria Muslim ditikam lehernya oleh seorang pria yang sudah ia kenal selama bertahun-tahun. Pria Muslim itu ditikam setelah sang teman mengetahuinya bahwa dia ternyata adalah seorang Muslim.

Bradley Kent Strott (52), yang tinggal di Florida, dituduh menikam temannya bernama Samad Ebadi (57). Strott menikam Ebadi setelah Ebadi mengatakan bahwa dia seorang Muslim. Ebadi menuturkan hal tersebut saat keduanya sedang mengobrol santai di sebuah kedai minuman.

Strott kemudian mengatakan bahwa Muslim adalah akar dari semua masalah. ‘’Orang-orang yang berada di kedai minuman di St Petersburg, Florida, itu mengatakan bahwa keduanya berbincang tentang Islam,’’ ujar seorang perwira.

Strott menjadi marah ketika mengetahui Ebadi ternyata seorang Muslim. Dia langsung menyambar kemeja korban sebelum akhirnya menusuk leher Ebadi dengan pisau saku.

Anak Ebadi, yang bekerja di toko sebelah, langsung berlari ketika seseorang memberitahu ayahnya ditusuk. Ia menemukan ayah sudah berwajah pucat dan merosot di bangku bar dengan kemeja bersimbah darah.

"Tak seorang pun melakukan sesuatu. Tidak ada yang menelepon 911. Ini sepertinya mereka tidak ingin terkena masalah. Mereka tidak peduli jika ia mati di sana," katanya.

Ebadi langsung dilarikan ke Bayfront Medical Centre. Sementara, Strott didakwa melakukan kejahatan rasial. Dia sempat mendekam di Penjara Pinellas County sebelum akhirnya dibebaskan dengan uang jaminan 15.000 dollar AS.

Strott, yang merupakan pelanggan setia toko anak Ebadi, telah mengenal ayahnya selama bertahun-tahun. Tetapi, dia tampaknya dalam keadaan mabuk sehingga tak sadar telah menusuk Ebadi.

Namun, anak Ebadi mengatakan insiden itu murni berbau kebencian rasial.‘’Dia berusaha untuk membunuh ayahku. Bagaimana dengan korban berikutnya. Kali berikutnya orang ini mabuk dan seseorang mengatakan mereka Muslim? " ujarnya.

sumber : www.dailymail.co.uk
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement