Sunday, 12 Ramadhan 1439 / 27 May 2018

Sunday, 12 Ramadhan 1439 / 27 May 2018

Sahabat Periwayat dan Mufasir Alquran

Selasa 24 April 2018 15:30 WIB

Rep: Syahruddin el-Fikri/ Red: Agung Sasongko

Alquran

Alquran

Foto: Reuters
Para sahabat dikenal memiliki keteguhan iman dan keislaman yang kuat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dalam sejarah Islam, sejak wafatnya Rasulullah SAW, para sahabat menjadi tumpuan umat untuk menanyakan berbagai persoalan dalam Alquran.

Tercatat, empat orang sahabat Rasul SAW yang mendapat kehormatan menjadi khulafaurrasyidin, yakni Abu Bakar as-Siddiq, Umar bin Khattab, Usman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib. Keempat sahabat setia ini, terkenal sebagai orang-orang yang pertama-tama masuk Islam (Assabiqun al-Awwalun).

Bahkan, keempatnya mendapat jaminan Rasul SAW untuk masuk surga, dari 10 orang yang dijanjikan. Enam orang lainnya adalah Zubair bin Awwam, Said bin Zaid, Thalhah bin Ubaidillah, Abdurrahman bin Auf, Saad bin Abi Waqqash, dan Abu Ubaidah bin Jarrah.

Selain nama-nama mereka itu, ada juga sahabat-sahabat Rasul SAW yang memiliki kemampuan dalam menafsirkan ayat-ayat Alquran. Salah satu di antaranya adalah Ibnu Abbas RA dan Abdullah bin Mas'ud RA. Selain mereka, tokoh lainnya adalah Aisyah binti Abu Bakar, yang juga istri Nabi SAW.

Para sahabat tersebut dikenal sebagai orang-orang yang memiliki keimanan dan keislaman yang sangat kuat, serta menjadi pembela Islam yang gigih demi tegaknya ajaran Allah di muka bumi.

Imam Suyuthy dalam kitabnya Al-Itqan menjelaskan, sahabat-sahabat Rasul SAW yang populer dengan tafsir dan periwayatan hadis adalah khulafaurrasyidin, Ibnu Mas'ud, Ibnu Abbas, Ubay Ibnu Ka'ab, Zaid Ibnu Tsabit, Abu Musa Al-'Asy'ari, dan Abdullah bin Zubair.

Dan, dari kalangan khalifah empat yang paling banyak dikenal riwayatnya tentang tafsir adalah Ali bin Abi Thalib RA, sedang dari tiga khalifah yang lain hanya sedikit sekali, karena mereka lebih terdahulu wafatnya.

As-Suyuthi menjelaskan, ketiga orang sahabat (Abu Bakar, Umar, dan Usman) ini terbilang sedikit dalam meriwayatkan hadis maupun Alquran, dikarenakan pendeknya masa jabatan mereka dan meninggal lebih dahulu.

Dari segi yang lain, karena mereka bertiga hidup pada suatu masa di mana kebanyakan penduduk mengetahui dan pandai tentang Kitabullah, sebab mereka selalu mendampingi Rasulullah SAW. Karenanya, mereka mengerti dasar rahasia-rahasia penurunan, juga mengetahui makna dan hukum-hukum yang terkandung dalam ayatnya.

Sedangkan, Ali RA hidup berkuasa setelah khalifah yang ketiga, yaitu pada masa di mana daerah Islam telah meluas. Banyak orang-orang luar Arab yang memeluk Islam sebagai agama baru. Generasi keturunan sahabat banyak yang merasa perlu untuk mempelajari Alquran serta memahami rahasia-rahasia dan hikmah-hikmahnya. Karena itu, wajarlah riwayat daripadanya begitu banyak melebihi riwayat yang dinukil dari tiga khalifah lainnya.

Dari sahabat-sahabat ini pulalah, para tabiin dan lama kontemporer saat ini, bisa memahami Alquran secara lebih mendalam, dengan periwayatan hadis dan menerangkan sebab-sebab turunnya ayat Alquran.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA