Ahad 11 Mar 2018 22:43 WIB

Al-Kindi Kalah Populer dengan al-Farabi dan Ibnu Sina

Barat akui al-Kindi salah satu dari 12 pemikir besar Islam

Al-Kindi (ilustrasi).
Foto: Etsu.edu
Al-Kindi (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Al-Kindi berasal dari etnis Arab dari suku Kinda. Ia lahir dan mengenyam pendidikan di Kufa sebelum melanjutkan pendidikan di Baghdad. Ia meninggal dunia di Baghdad antara 866-873 M. Ia dikenal sebagai filsuf Arab. Tidak banyak yang diketahui mengenai kehidupan pribadi al-Kindi.

Berbeda dengan filsuf sebelumnya yang meski Muslim, bukanlah berasal dari Arab. Ilmuwan ini biasanya mempelajari bahasa Arab sebagai bahasa kedua mereka. Ia memiliki daftar karya yang panjang, yang sayangnya hilang sehingga tidak banyak ilmuwan modern yang bisa mempelajari naskahnya. Tulisan al-Kindi tidak terlalu populer karena dibayang-bayangi filsuf lain yang lebih terkenal, seperti al-Farabi dan Ibnu Sina.

Ilmuwan Renaisans dari Italia, Geralomo Cardano (1501-1575), menganggapnya sebagai salah satu dari 12 pemikir besar di abad pertengahan. Menurut Ibnu al-Nadim, al-Kindi telah menulis sedikitnya 260 buku, buku mengenai geometri sebanyak 22 buku, medis dan filsafat masing-masing 22 buku, sembilan buku logika, dan 12 buku fisika. 

Pengaruhnya di berbagai bidang tersebut jauh melebihi ilmuwan-ilmuwan di zamannya dan bertahan selama berabad-abad. Karyanya yang masih tersisa terdapat dalam bentuk terjemahan Latin oleh Gerard dari Cremona, hanya sedikit dalam bahasa Arab.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement