Thursday, 6 Jumadil Akhir 1439 / 22 February 2018

Thursday, 6 Jumadil Akhir 1439 / 22 February 2018

Usai Ziarah ke Makam Rasulullah, Ibnu Batutah Keliling Dunia

Rabu 14 February 2018 14:42 WIB

Red: Agung Sasongko

Ilustrasi kafilah dagang di gurun pasir

Ilustrasi kafilah dagang di gurun pasir

Foto: saharamet.org
Hampir seluruh dunia Islam pernah ia kunjungi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Lebih dari separuh usia ia habiskan untuk menempuh perjalanan. Hampir seluruh dunia Islam pernah ia kunjungi. Catatan perjalanannya pun menjadi rujukan sejarah hingga kini. Ialah Muhammad Abu Abdullah bin Muhammad Al Lawati Al Tanjawi Ibn Batutah atau yang terkenal dengan nama Ibnu Batutah.

Dia lahir di Tangier, Maroko, 24 Februari 1304. Keluarganya berasal dari etnis Berber yang banyak berkiprah menjadi seorang hakim (qadhi). Tapi, Ibnu Batutah keluar dari tradisi.

Setelah belajar hukum Islam, ia enggan menjadi hakin, tapi memilih menjadi petualang. Ibnu Batutah yang juga dikenal sebagai Shams Ad-Din rupanya sangat berjiwa petualang. Terbukti dari kemandiriannya dalam menjelajah dunia. Dia selalu selamat dari segala marabahaya yang mengadang di sepanjang jalan.

Perjalanan pertamanya tertuju pada Haramain. Di usia yang masih sangat belia, yakni 21 tahun, Ibnu Batutah menempuh perjalanan seorang diri ke Tanah Suci untuk mengunjungi Baitullah dan makam Rasulullah.

“Aku berangkat sendirian, tak memiliki teman perjalanan yang dapat menghibur, tidak pula menjadi bagian dari para pelancong. Terpengaruh oleh keinginan yang tak kuasa dibendung diri, yakni untuk mengunjungi tempat-tempat suci, aku pun meninggalkan teman-teman dan meninggalkan rumah,” ujar Ibnu Batutah dalam catatan perjalanannya.

Sejak meninggalkan Tangier untuk pergi ke Tanah Suci pada 14 Juni 1325, Ibnu Batutah tak kembali lagi ke kota kelahirannya itu hingga 24 tahun lamanya. Berawal dengan ke Tanah Suci, ia kemudian melakukan rihlah (perjalanan) keliling dunia dari Afrika Utara, Afrika Barat, Eropa Selatan, Eropa Timur, Timur Tengah, India, Asia Tengah, Cina, Asia Timur, hingga Asia Tenggara, termasuk Indonesia. 

 

Sumber : Dialog Jumat Republika
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES