Jumat 19 Jan 2018 06:28 WIB

Monumen Penghormatan Sang Sufi

Masjid Agung Hazrat Sultan di Astana, Kazakstan
Foto: trend.az
Masjid Agung Hazrat Sultan di Astana, Kazakstan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Pembangunan Masjid Hazrat Sultan berlangsung selama empat tahun, yakni periode 2009-2012. Pada Juli 2012, masjid ini akhirnya diresmikan oleh presiden Kazakhstan saat itu, Nursultan Nazarbayev.

Untuk membangun masjid ini, pemerintah setempat mendatangkan tidak kurang dari 1.500 orang tenaga kerja konstruksi, dari arsitek, seniman, hingga mayoritas buruh kasar. Pemerintah Kazakhstan ingin menegaskan warisan sejarah dan pengaruh besar Islam dalam era modern negara tersebut.

Masjid ini dibangun sekaligus untuk menghormati sosok ulama sufi kebanggaan Kazakhstan dari abad ke-12, yakni Khoja Ahmed Yassawi. Selain tokoh Muslim yang saleh, ia juga merupakan penyair. Karyanya yang paling masyhur antara lain syair Divan-i Hikmet.

Pesan-pesan kebijaksanaan yang digubahnya terus dipelajari generasi Kazakhstan kini dan bahkan dunia Islam pada umumnya. Makam al- marhum Khoja Ahmed Yassawi terletak di Turkestan, sebuah kota di Kazakhstan selatan. Secara harfiah, nama masjid ini, Hazrat Sultan, berarti `sultan yang agung.'

Seperti dilansir dari Telegraph, 9 Juli 2012, ketika sedang dalam masa renovasi, Masjid Hazrat Sultan sempat dilanda musibah kebakaran. Bahkan, satu orang menjadi korban tewas dalam bencana tersebut.

Api melalap sebagian bangunan utama sehingga menyebabkan proses pembangunan masjid ini terkendala. Namun, proyek konstruksi Masjid Hazrat Sultan dapat diteruskan hingga dapat mengejar target waktu.

Ketika pada akhirnya selesai dibangun, peresmian Masjid Hazrat Sultan menjadi momentum na sional di Kazakhstan. Dalam kesempatan ini, ke pala negara setempat mengucapkan syukur dan berharap, bangunan ini benar-benar menjadi kebanggaan rakyat dan umat Islam pada umumnya.

Perayaan ini adalah perayaan untuk seluruh rakyat Kazakhstan. Saya mengucapkan selamat kepada kalian di momen peresmian salah satu masjid terbesar se-Kazakhstan ini, kata presiden Kazakhstan saat itu, Nursultan Nazarbayev, seperti dikutip Telegraph, 2012.

(Baca Dulu: Masjid Hazrat, Bukti Mengakarnya Islam di Kazakstan)

(Baca Juga: Nuansa Menyejukan Masjid Hazrat Kazakstan)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement