Sabtu , 11 November 2017, 04:53 WIB

Sakirin Camii Perpaduan Budaya yang Menakjubkan

Rep: Ahmad Islamy Jamil/ Red: Agung Sasongko
Woirldbulletin
Masjid Sakirin
Masjid Sakirin

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Selama proses pembangunan Sakirin Camii berlangsung, sang arsitek,  Zeynep Fadillioglu selalu meminta saran kepada para ulama, sejarawan, dan seniman untuk memastikan hasil rancangannya kelak bisa diterima sebagai tempat ibadah yang layak bagi semua jamaah.

"Saya menerima banyak masukan dari para pakar tersebut. Mulai dari warna, tekstur, hingga bentuk bangunannya. Setiap bagian masjid yang saya rancang lalu disesuaikan dengan tradisi yang berlaku di Istanbul," ungkap Zeynep, seperti dilansir laman Mvslim.com, belum lama ini.

Jika dilihat dari luar, tampilan Sakirin Camii yang mengilap dan didominasi oleh warna abu-abu metalik mampu memberi kesan modern dari gaya arsitektur kontemporer. Sementara, di bagian dalam masjid ini, pengunjung atau jamaah bisa merasakan kentalnya nuansa tradisional lewat desain interiornya yang menawan.

Mulai dari kubah yang besar, lampu gantung yang menjuntai dengan api, ukiran-ukiran logam yang rumit di dindingnya, hingga susunan kali grafi Islam yang indah di beberapa bagian ruangnya. Cincin lampu gantung di Sakirin Camii dihiasi dengan 99 nama Allah (Asma al-Hus na) dalam abjad Arab. Sementara, sejumlah jendela besar yang terdapat di dinding masjid ini dirancang sedemikian rupa menyerupai halaman mushaf Alquran.

Sakirin Camii boleh dibilang sebagai salah satu mahakarya arsitektur Islam saat ini. Perpaduan yang menakjubkan dari bu daya masa lalu dan masa kini; budaya Barat dan Timur, serta nuansa modern dan orna men tradisional menjadi keunikan sendiri yang dimiliki masjid ini.

"Yang jauh lebih penting adalah masjid ini sengaja dirancang untuk menghadirkan kekhusyukan bagi setiap jamaah yang menunaikan ibadah di dalamnya," kata perempuan yang juga berprofesi sebagai dosen di Istanbul Bilgi University itu.