Senin , 23 Oktober 2017, 17:00 WIB

Menelusuri Jejak Muslim Viking

Rep: Ratna Ajeng Tedjomukti/ Red: Agung Sasongko
Bangsa Viking/Ilustrasi
Bangsa Viking/Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Viking merupakan bangsa yang menjelajah dunia pada abad ke delapan hingga sebelas. Mereka melakukan ekspedisi dari Eropa Barat hingga Asia Tengah. Penjelajahan itu membuat mereka berinteraksi dengan Muslim.

Khalifah Harun ar-Rasyid menjalin hubungan dengan mereka. Pedagang viking melakukan perda- gangan bulu binatang, madu, kulit, gading, dan ikan. Pedagang Viking membawa banyak koin perak Abbasiyah dalam jumlah banyak ke Skandinavia, ribuan perak telah ditemukan di Rusia dan Baltik, seperti yang dilaporkan oleh Timo- thy FH Allen, Joseph A Tainter dan Thomas W Hoekstra dalam buku mereka, Supply-Side Sustainability.

Perak yang disebut di wilayah arab dengan uang dirham digunakan bangsa Viking. Thomas S Noonan menegaskan koin itu adalah dirham yang memajukan bangsa Viking.

Cincin Berlafazkan Allah


Pada akhir abad 19, arkeolog Hjalmar Stolpe menghabiskan bertahun-tahun menggali kuburan di dekat Birka, sebuah kota di pulau Swedia Bjorko.Tempat itu menjadi pusat perdagangan utama selama zaman Viking. Dalam kuburan wanita yang wafat pada abad ke-9, ilmuwan menemukan cincin perak dengan batu ungu, yang sekarang ada di koleksi Museum Sejarah Swedia.

Periset mengonfirmasi cincin itu diukir dengan tulisan Arab memberikan bukti fisik yang jarang terjadi antara Viking dan dunia Islam. Cincin tersebut merupakan satu-satunya dengan tulisan Arab yang pernah ditemukan di situs arkeologi Skandinavia. Birka, yang terletak sekitar 19 mil (30 km) dari Stockholm di pulau Bjorko, merupakan pusat perdagangan di era Viking dan dipeli- hara sebagai situs warisan dunia UNESCO pada 1993.

Cincin tersebut beruliskan "Lillah," yang oleh tim peneliti diterjemahkan sebagai "milik Allah. " Cincin itu awalnya di katalogkan sebagai perak dan amethyst.

Muslim Viking

Selain menggali cincin itu, sebuah fakta berkaitan dengan wanita Viking adalah ia tampaknya dikuburkan dan bukan dikremasi. Ini menunjukkan wanita tersebut mungkin termasuk di antara orang-orang Viking yang masuk Islam setelah berinteraksi dengan Muslim. Oleh karena itu bukti ini dapat mengungkapkan bahwa Islam bukan hanya agama populer pada zaman kuno di Timur, tapi juga berakar kuat di Eropa.

Bukti mengenai viking yang masuk Islam termasuk menjadi memoar yang dicatat ahli geografi Muslim abad keenam belas, Amin Razi (abad ke-1617, Persia) . Dia menulis hewan ternak Viking sangat berharga bahkan mereka yang telah masuk Islam juga menginginkannya. Komunitas Viking yang masuk Islam di tenggara Sevilla menjadi terkenal karena memasok keju ke Cordoba dan Seville.

Dekat dengan Islam

Andrew Marr juga berkomentar tentang bagaimana Viking di Rusia sangat dekat dengan Islam. Saat itu raja mereka tidak dapat memutuskan mana agama yang paling sesuai untuk mereka. Oleg, seorang pangeran Viking dan pemimpin Rusia meminta perwakilan Katolik Roma, Kristen Ortodoks Yunani, Yudaisme dan Islam untuk datang dan membujuknya.

Dia awalnya sangat tertarik dengan Islam, tetapi karena ada pelarangan alkohol maka dia memutuskan tidak jadi memeluk Islam. Pada akhirnya, ia memilih Kristen Ortodoks sebagai agama masyarakat Viking.