Sabtu 14 Oct 2017 23:49 WIB

Catatan Ibnu Fadhlan tentang Bangsa Viking

Rep: Retno Wulandari/ Red: Agung Sasongko
Bangsa Viking/Ilustrasi
Bangsa Viking/Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dialah Ahmad Ibnu Fadhlan, orang pertama yang mencatat dan mengabadikan sejarah bangsa Eropa Utara pada awal abad ke-9. Ibnu Fadhlan adalah seorang Muslim yang ditugaskan menjadi duta oleh Khalifah al-Muqtadir, penguasa kekhalifahan Abbasiyah dari Baghdad.

Sejarah mencatat, Khalifah al-Muqtadir mengirim Ibnu Fadhlan ke Kota Volga di Kerajaan Bolgar (kini dikenal sebagai Bulgaria) pada 921 M. Untuk sampai ke Bolgar, ia menempuh perjalanan melalui Laut Hitam dan Laut Kaspia.

Maksud al-Muqtadir mengutus Ibnu Fadhlan ke Volga adalah memenuhi janji yang pernah disampaikan al-Muqtadir kepada Raja Bulgar untuk memberi uang sebagai imbalan atas bantuan pembangunan benteng di Baghdad. 

Selama perjalanannya, Ibnu Fadhlan tak lupa mencatat setiap peristiwa dan momen yang ia lihat dan alami. Ia mencatat peristiwa demi peristiwa secara perinci, lengkap dengan deskripsinya. Di kemudian hari, catatannya menjadi salah satu referensi penting bagi para ahli sejarah dalam memahami kondisi masyarakat Rusia pada saat itu.

Dalam catatan perjalanannya, Ibnu Fadhlan memberi gambaran yang jelas tentang kondisi geografis Bulgaria, perdagangan, serta adat istiadat rakyatnya. Ia juga mendeskripsikan pertemuannya dengan bangsa Rus atau Rusiyyah yang diyakini sebagai bangsa Viking pada saat ini. Karena itu, catatan Ibnu Fahdlan pun dinilai sebagai penggambaran paling awal tentang bangsa Viking.

Perjalanan Ibnu Fadhlan dari Baghdad dimulai pada 21 Juni 921 M. Di tengah perjalanan menuju Volga, rombongan Ibnu Fadhlan diadang sekelompok bandit. Meski berhasil meloloskan diri dari ancaman para penjahat, rombongan Ibnu Fadhlan terpaksa menghabiskan musim dingin di Jurjaniya sebelum melanjutkan perjalanan ke utara melintasi Sungai Ural dan mencapai Volga.

Setibanya di Kota Volga, Ibnu Fadhlan melanjutkan perjalanan ke Wisu dan mengamati aktivitas para pedagang Volga dengan masyarakat lokal Finlandia. Dalam catatannya, Ibnu Fadhlan menjelaskan, pada umumnya, bangsa Rus bekerja sebagai pedagang yang berjualan di sepanjang pinggiran sungai dekat perkampungan Bolgar.

Secara fisik, Ibnu Fadhlan menggambarkan bangsa Rus memiliki tubuh yang paling sempurna dibandingkan bangsa-bangsa lain yang pernah ia temui. Bangsa Rus berbadan tinggi seperti pohon palem dengan rambut pirang dan kulit kemerahan. Tubuh mereka dipenuhi tato berwarna hijau, biru, atau warna-warna gelap, mulai dari ujung kuku hingga ke lehernya.

Masing-masing dari mereka dipersenjatai dengan kapak dan pedang panjang. Meski memiliki rupa dan fisik yang sempurna, Ibnu Fadhlan menggambarkan bangsa Rus sebagai bangsa yang paling jorok dan terbelakang dalam hal kebersihan serta sangat vulgar.

Menurut Ibnu Fadhlan, orang-orang Viking mencuci wajah dan menyisir rambut dengan cara yang sangat menjijikkan. Mereka menggunakan baskom untuk mencuci tangan, padahal mereka juga menggunakan air di baskom itu untuk berkumur, membuang ludah, membersihkan hidung bahkan ingus. Tak hanya itu, baskom yang sama juga digunakan secara bergantian dengan teman-temannya yang lain.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement