Kamis , 12 October 2017, 15:07 WIB

Tradisi Bermusik di Romawi dan Dinasti Cina

Rep: Marniati/ Red: Agung Sasongko
world66.com
Salah satu reruntuhan amphitheatre Romawi di Amman, Yordania.
Salah satu reruntuhan amphitheatre Romawi di Amman, Yordania.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Thomas Habinek dalam The World of Roman Song menjelaskan musik jenis Etruscan memiliki pengaruh pada masa awal Romawi kuno. Selama periode imperial, Romawi menyebarkan musik ke seluruh provinsi yang ada di Romawi kuno. Tradisi budaya ini juga disebarkan ke Asia Kecil dan Afrika Utara.

Scott dalam Roman Music' in the New Oxford History of Music menyebutkan, pada zaman Romawi kuno, musik merupakan bagian dari bentuk seni pertunjukan yang disebut pantomimus, bentuk awal dari cerita balet yang dikombinasikan dengan menari, musik instrumental, dan nyanyian libretto.

Pada abad ke-2 Masehi, notasi musik awalnya berasal dari bagian kerangka hewan liar yang dibunyikan dengan irama tertentu. Empat huruf dalam bahasa Inggris 'A', 'G', 'F', dan 'C' juga dijadikan serangkaian empat nada oleh bangsa Romawi kuno. Seni Romawi, yakni perkusi dan instrumen senar.

Sedangkan, tradisi bermusik di Cina merujuk pada etnis masing-masing dengan karakter yang khas. Berbagai jenis musik telah tercatat dalam sejarah dokumen Cina dari periode awal peradaban Cina. Hal ini memberikan bukti bahwa budaya musik berkembang dengan baik pada awal Dinasti Zhou (1122 SM-256 SM).

Musik lalu dikembangkan lebih lanjut menjadi berbagai bentuk oleh dinasti berikutnya sehingga berhasil menghasilkan warisan yang kaya musik yang merupakan bagian dari lanskap budaya Cina hari ini.

Gary Marvin Davison dan Barbara E Reed dalam Culture and Customs of Taiwan menjelaskan, menurut legenda, pendiri musik dalam mitologi Cina adalah Ling Lun. Ia menghasilkan musik melalui pipa bambu disetel untuk suara burung, termasuk phoenix. Sebuah sistem musik 12 nada diciptakan dari pipa bambu dan yang pertama dari pipa ini menghasilkan bunyi bel dan mengatur bunyi lonceng agar selaras yang kemudian dibuat dari pipa-pipa.

Adapun, selama Dinasti Zhou, sistem formal perkumpulan dan upacara musik didirikan yang kemudian disebut Yayue. Konsep musik pada zaman Dinasti Zhou melibatkan instrumen yang berhubungan dengan lima unsur alam dan akan membawa keharmonisan dengan alam.