Rabu , 11 Oktober 2017, 15:30 WIB

Masjid Uqbah bin Nafi Sempat Dihancurkan Pasukan Berber

Red: Agung Sasongko
studyblue.com
Menara masjid di Kairouan, Tunisia.
Menara masjid di Kairouan, Tunisia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Sejauh mata memandang, pemandangan akan disuguhkan dengan 400 pilar melengkung yang mengelilingi halaman berbentuk tapal kuda. Pilah-pilar yang saling berkaitan ini merupakan bagian yang sangat artistik dari Masjid Uqbah bin Nafi'.
 
Kemegahan masjid yang didominasi oleh tiang-tiang melengkung ini pernah hancur tak berbentuk selama pendudukan Berber atas Kairouan. Tidak memakan waktu lama, masjid ini dibangun kembali oleh Hasan bin Nu'man al- Ghassanid pada 703 M.
 
Sisa bangunan dari Hasan bin Nu'man seperti yang terlihat pada selasar yang luas di dalam masjid. Oleh Hasan, masjid ini dibangun kembali dengan memperbanyak tiang-tiang beton yang ditancapkan ke bumi dan fondasi yang kokoh.

Masjid Uqbah bin Nafi', Kairouan, Tunisia, menjadi monumen dan bukti sejarah penting masuknya Islam di Afrika Utara. Masjid itu juga dikenal dengan Masjid Agung Kairouan dan merupakan salah satu masjid paling bersejarah di Tunisia.
 
Berdirinya masjid ini tak terlepas dari peran Uqbah bin Nafi', salah seorang sahabat Rasulullah SAW yang berhasil menaklukkan wilayah ini pada 670 Masehi. Sukses masuk ke Tunisia lewat Mahdia, kota pantai 30 km timur Kota Sousse, ekspedisi yang dilakukan oleh Uqbah, menetap di Kairouan.

Di kota inilah, ia mengatur strategi penyebaran Islam di Afrika Utara serta mendirikan sebuah masjid besar, yang kemudian dikenal dengan nama Masjid Uqbah.