Kamis , 14 September 2017, 19:15 WIB

Mush'ab Bin Umair, Diplomat Muda yang Dipercayai Rasulullah

Rep: c32/ Red: Agung Sasongko
Republika/Agung Supriyanto
Hijrah
Hijrah

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Duta pertama yang dikirim Rasulullah juga berasal dari golongan pemuda. Adalah Mush'ab bin Umair, seorang pemuda kaya, rupawan, dan terpandang di Makkah. Ia rela meninggalkan keluarga, kemewahan, dan kehormatan di tengah kaumnya demi Islam. Mush'ab adalah duta pertama dalam sejarah Islam.

Ia diminta Rasulullah mengajar Alquran kepada penduduk Madinah. Ketika itu, di antara sahabat Rasulullah sebenarnya masih ada beberapa sahabat yang lebih tua dan lebih berkedudukan, tetapi Rasulullah punya pertimbangan sendiri mengutus Mush'ab.

"Mush'ab menyadari bahwa dirinya hendak menangani persoalan yang paling besar saat itu. Ia bertanggung jawab dalam menentukan masa depan Islam di Madinah yang tak lama kemudian menjadi Dar al-Hijrah, titik pusat dakwah dan para dai," tulis Khalid Muhammad Khalid.

Ketika Rasulullah mengutusnya, hanya ada 12 orang yang sebelumnya telah membaiat Rasulullah pada Baiat Aqabah. Pada musim haji, setahun setelah Bai'at Aqabah, Mush'ab mengantarkan 70 laki-laki dan perempuan Madinah untuk berbaiat kepada Rasulullah.

Dengan kecerdasan dan kesungguhan usaha, ia membuktikan kepercayaan Rasulullah. Pemuda itu syahid pada masa perang Uhud. Jauh berbeda dengan masa kemewahannya semasa jahiliyah, ketika meninggal, ia bahkan tak punya kain yang cukup untuk menutup seluruh tubuhnya.

Satu lagi sosok pemuda teladan pada masa Rasulullah adalah Ali bin Abi Thalib. Perannya mencakup berbagai bidang. Dia adalah seorang ulama, pemimpin, sekaligus pejuang. Ali merupakan salah satu orang yang pertama-tama masuk Islam dari golongan pemuda. Imam As-Suyuthi dalam Tarikh Khulafa menyebutkan, tatkala dia masuk Islam, umurnya baru 10 tahun, ada juga yang mengatakan sembilan tahun, delapan tahun, atau lebih muda lagi.

Ali tumbuh menjadi pemuda yang matang dan berperan penuh dalam dakwah Islam. Saat Rasulullah hijrah ke Madinah, Ali diperintahkan untuk menggantikan posisi di tempat tidur beliau. Ali juga menyertai Rasulullah pada Perang Badar, Perang Uhud, dan hampir semua perang lain. Dalam Perang Khaibar, Ali pertama kali berhasil menerobos benteng lawan hingga Rasulullah mengatakan kemenangan kaum Muslim di Khaibar adalah melalui tangan Ali.