Kamis 07 Sep 2017 23:45 WIB
Sumbangsih Ilmuwan Muslim

Nasuh Al-Matraki Ciptakan Gaya Kaligrafi Khas Utsmaniyah

Pengunjung menyaksikan pameran kaligrafi.
Foto: Wilda Fizriyani
Pengunjung menyaksikan pameran kaligrafi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tak hanya termasyhur sebagai seorang kesatria, Nasuh Al-Matraki pun dikenal sebagai seorang miniaturis, kaligrafer, dan seorang pelukis yang ulung. Dia memiliki keahlian yang luar biasa dalam melukis. Setiap kali ikut dalam ekspedisi penaklukan yang dilakukan Kerajaan Turki Utsmani, al-Matraki tak pernah lupa untuk menggambar dan melukiskan tempat-tempat yang disinggahi pasukan istana.

Selain itu, dia juga selalu menjelaskan setiap tempat yang dikunjunginya, mulai dari Istanbul hingga ke Baghdad melalui Tabriz. Kota-kota yang berhasil ditaklukkan Kekhalifahan Turki Utsmani dari genggaman Kerjaan Safavid semua dicatat dan digambarkan secara detail oleh al-Matraki.

Jalur yang dilalui Matraki berbeda dengan yang dilalui pasukan militer Turki Utsmani—mereka menempuh perjalanan dari Istanbul ke Baghdad melalui Sivas-Erzurum dan kembali melalui jalan Diyarbakir-Allepo.

Bahkan, secara khusus dia menggambar peta daratan dengan jenis relief dalam kitab yang ditulisnya, Bayân-i Manâzil-i Safar-i Iraqayn-i Sultan Süleyman Khan. Buku itu berisi informasi yang detail mengenai ekspedisi pertama Sultan Sulaiman al-Qanuni saat melawan Kerajaan Sapavid Iran antara tahun 1533 hingga 1536.

Sejarah mencatat Matraki yang juga berhasil menciptakan gaya tulisan kaligrafi khas Utsmani Turki. Gaya tulisan kaligrafi yang ditemukan itu bernama "kalem-i divani". Sebelum gaya tulisan kaligrafi khas Turki diciptakan al-Matraki, Kekhalifahan Turki Utsmani masih menggunakan tulisan kaligrafi khas Iran–ta'lik.

Al-Matraki tutup usia pada 28 April 1564. Jabatan terakhir yang diembannya adalah memimpin kantor yang mengurusi masalah kuda-kuda istana. Masyarakat Turki mengagumi keberhasilan yang pernah dicapainya. Tak heran, bila karya-karyanya disejajarkan dengan Leonardo da Vinci.

Untuk mengenangnya, Radio dan Televisi Turki pada 1979 membuat film dokumenter tentang perjalanan hidup sang ilmuwan dan kesatria fenomenal pada abad ke XVI itu.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement