Jumat , 14 July 2017, 17:17 WIB

Menyusuri Masjid Shah Jahan

Red: Agung Sasongko
Wikipedia.org
Masjid Shah Jahan di Distrik Thatta, Provinsi Sindh, Pakistan.
Masjid Shah Jahan di Distrik Thatta, Provinsi Sindh, Pakistan.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Pada saat menyusuri bagian selasar Masjid Agung Shah Jahan, terlihat pilar-pilar besar yang menopang masjid ini hingga memberikannya kesan kokoh. Namun, saat berada di bagian ini, pandangan justru dibuatnya tersedot untuk melihat permainan warna merah, putih, dan biru yang menghiasi bagian langit-langitnya.

Tampilan tersebut terlihat menjadi lebih memikat ketika tepat di bawah kubah-kubah berukuran kecil yang ada di bagian selasar masjid tersebut. Umumnya, pada bagian ini dihiasi dengan garis merah dan putih yang membentuk lingkaran menyesuaikan dengan pola bentuk kubah, yakni semakin ke bagian atas lingkaran tersebut menjadi lebih mengecil.
 
Lantas, ketika memasuki ke bagian dalam, terlihat pula adanya ciri dari gaya arsitektur Persia. Ini ditandai dengan hadirnya keramik atau marmer bermotif berwarna biru. Dalam sejumlah catatan, disebutkan bahwa arsitektur Mughal ini sesungguhnya merupakan bentuk pengayaan dari gaya arsitektur Persia. Masjid ini memperlihatkannya lewat paduan gaya arsitektur Persia dengan gaya lokal.
 
Setelah berada di dalam masjid, tak salah pula jika perhatian mata akan langsung mendongakkan kepala ke bagian atas masjid. Terutama, untuk melihat bagian bawah kubah masjid. Di bagian ini tersaji ornamen seni yang dibuat secara detail.

Ornamen ini dibuat begitu simetris dan berulang hingga memberinya sebuah bentuk ruang. Permainan garis simetris tersebut ditimpali juga dengan paduan warna putih, biru, serta warna sejenis kuning. Pola ornamen semacam ini kerap pula menjadi ciri utama dari peninggalan Kekaisaran Ottoman atau Turki Usmani.
 
Saat berada di dalam masjid ini, Anda tak perlu merasa cemas jika sedang berada di bagian belakang. Masjid ini rupanya dikonsep dengan tata akustik suara yang cukup apik. Alhasil, para jamaah yang berada di areal masjid ini akan bisa mendengar jelas suara imam ketika ia sedang memimpin shalat atau pembicaraan orang lain yang ada di lorong berjauhan dengan kita.
 
Inilah sebuah mahakarya agung yang hingga disajikan Shah Jahan. Ia berkuasa tak hanya sekadar untuk memenuhi hasrat memimpin, tapi juga ia telah meninggalkan sebuah rekam jejak sejarah, terutama dalam perkemb
angan seni arsitektur yang membuatnya akan selalu dikenang oleh generasi berikutnya.