Senin , 19 Juni 2017, 14:15 WIB

3 Masjid Unik Benua Hitam

Red: Agung Sasongko
sacredsites.com
 Masjid Agung Djenne di Mali, Afrika Barat.
Masjid Agung Djenne di Mali, Afrika Barat.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Afrika adalah benua pertama yang menjadi tempat penyebaran Islam pada awal abad ke- 7 M.
Hampir sepertiga populasi Muslim dunia tinggal di benua tersebut. Afrika menjadi rumah bagi 422 juta Muslim. Di Benua Hitam ini terserbar masjid dengan arsitektur yang indah. Gaya arsitektur masjidnya pun beragam, seperti halnya budaya yang beragam di benua ini.

Masjid di Afrika memiliki kubah masjid, bahan, dan metode yang berbeda dibandingkan masjid di benua lain. Perbedaan ini menjadi bukti sejarah, masa lalu, dan orang yang membangunnya.

Terdapat sejumlah masjid bersejarah di Afrika, tetapi tak banyak diketahui khalayak. Di antaranya Masjid Agung Djenne di Mali, Afrika Barat; Masjid Larabanga di Ghana; dan Masjid Agung Touba di Senegal. Berikut ini uraian tiga masjid unik dan bersejarah tersebut:


Masjid Agung Djenne

Di Kota kuno Djenne, Mali, terdapat bangunan bata lumpur terbesar di dunia. Bangunan ini memiliki sentuhan arsitektur Sudano Sahel yang dikenal sebagai Masjid Agung Djenne. Desain asli masjid ini meniru sebuah istana yang rencananya dibangun pada 1240. Namun, pada pada 1843, Amadou Lobbo yang menaklukan Djenne memerin- tahkan untuk membongkarnya karena terlalu boros.

Pembangunan masjid agung dimulai 1906 dan berakhir tahun 1907 hingga 1909. Meski tampak tradisional, masjid ini memiliki struktur bangunan yang jenius.

Dindingnya terbuat dari batu bata lumpur yang dibakar dan dilapisi dengan lumpur kembali. Masjid ini dilengkapi tiga menara. Masing-masing menara memiliki tangga spiral yang tersembunyi. Masjid Agung Djenne ditunjuk situs warisan dunia oleh UNESCO pada 1988.


Masjid Larabanga


Inilah masjid tertua di Ghana. Masjid bernama Lara- banga itu diyakini dibangun oleh orang Moor pada abad ke-13 M. Meskipun beberapa pendapat menyebutkan, masjid ini dibangun pada abad ke-15. Masjid Larabanga dibangun dari lumpur dan eksteri- ornya selalu berubah warna sepanjang hari, dari putih hingga keemasan. Karena bangunannya rapuh, maka harus direnovasi setiap hujan lebat.

Masjid ini memiliki empat pintu masuk. Masing- masing untuk kepala desa, pria, wanita, dan muazin. Sebuah salinan Alquran kuno berasal dari abad ke-17 pernah ada di masjid ini. Masjid ini masuk warisan dunia pada 2001 dan termasuk 100 situs dunia yang terancam punah.


Masjid Agung Touba, Senegal


Pembangunan masjid ini tidak terlepas dari ki sah Syekh Ahmadu Bamba Mbakke yang memban- gunnya. Ia dikenal sebagai pendiri persaudaraan Sufi Mouride. Sejarah Masjid Agung Touba dimulai ketika Bamba mendapatkan penglihatan tentang padang gurun.

Dia pun memiliki misi membangun sebuah Kota Dusana. Pada 1926, dengan izin dari Prancis, dia men dirikan sebuah kota di lokasi itu bernama Tou ba. Sebuah masjid juga dibangun di kota itu. Dia dimakamkan di masjid setelah wafat pada 1927.