Jumat , 16 June 2017, 14:45 WIB
Arsitektur Islam

Dari Bongkaran Bangunan Masjid Istiqlal

Rep: M. Akbar/Dok.Republika/ Red: Agung Sasongko
Republika/Rakhmawaty La’lang
Masjid At-Taqwa, Srengseng Sawah, Jakarta.
Masjid At-Taqwa, Srengseng Sawah, Jakarta.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Masjid At-Taqwa di Srengseng Sawah ini rupanya memiliki keterkaitan dengan Masjid Istiqlal di Jakarta. Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) H Sofyan Abdul Halim menceritakan, puing bata merah, batu kali, dan besi dari Masjid Istiqlal rupanya pernah menjadi dasar bangunan dari masjid yang berada di ujung selatan Jakarta ini.

“Orang tua kita dulu membawanya dengan truk. Bongkaran batu dan besi dari Masjid Istiqlal itu kemudian membentuk hampir separuh tembok dari masjid ini,” katanya.  Sofyan tak memahami bagaimana bisa puing Masjid Istiqlal itu dapat sampai ke masjid yang kini dipimpinnya. Kala itu, ia hanya melihat. “Saya masih kecil, sekitar SD,” ujarnya.

Sofyan menjelaskan bahwa bongkahan batu dan besi dari Masjid Istiqlal itu didatangkan setelah peletakan batu pertama masjid yang dilakukan pada 4 Juli 1965. Pada saat itu, katanya, pembangunan masjid sempat terhenti selama beberapa saat menyusul pecahnya Gestapu. “Yang jelas sejak dibangun hingga sekarang, masjid ini sudah tiga kali mengalami renovasi.”

Pada tampilan awal, masjid tersebut hanya memiliki satu lantai. Namun, saat sekarang Masjid At-Taqwa sudah memiliki dua lantai. Untuk renovasi terakhir, masjid ini menelan biaya hingga Rp 2,5 miliar. Dana tersebut berasal dari dana swadaya masyarakat sekitar. Seperti yang tertulis pada prasasti masjid, bangunan tersebut diresmikan ulang oleh Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin pada 23 Mei 2010. “Kalau orang sini lebih mengenal Masjid At-Taqwa ini sebagai masjid Muhammadiyah,” ujarnya.