Jumat , 21 April 2017, 15:00 WIB

Alquran dan Hadis, Inspirasi Ilmuwan Muslim Kaji Antropologi

Red: Agung Sasongko
Photobucket.com/ca
Ilmuwan Muslim berhasil memberikan penemuan yang sangat bermanfaat bagi kehidupan penerus saat ini.
Ilmuwan Muslim berhasil memberikan penemuan yang sangat bermanfaat bagi kehidupan penerus saat ini.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bahasan tentang antropologi muncul dalam Al-Dhari'a ila Makarim al-Shari'a. Di dalamnya, ia mengombinasikan tentang agama dengan filsafat. Abu Yazid al-Ajami yang mengedit buku dengan judul yang sama dan diterbitkan pada 1985, menyatakan buku al-Raghib disusun dalam pola psikologi Platonik dan Aristotelian. 

Melalui sejumlah bab yang terpisah, al-Raghib menjelaskan fakultas manusia secara umum, intelektual mereka, keadilan, uang, dan aktivitas manusia. Pemikirannya kemudian memberikan pengaruh yang cukup besar pada Ibnu Miskawayh, seorang psikolog yang meninggal dunia pada 1030 Masehi. 

Namun, perspektif al-Raghib lebih banyak didukung kutipan Alquran ataupun hadis, dibandingkan karya yang dibuat Miskawayh. Al-Ghazali menggunakannya sebagai sumber langsung saat menulis Mizan al-Amal. Demikian pula, ketika menyusun bagian-bagian penting dari Ihya Ulum al-Din dan Ma’arij al-Quds. 

Al-Raghib juga menulis buku pendamping bagi karya sebelumnya, Al-Dharia, yaitu Tafsil al-Nash'atayn wa-Tahsil al-Sa'adatayn, yang mengungkap tentang ide-ide yang hampir sama dari buku sebelumnya. Namun, ia lebih eksplisit dalam menuangkan alasan-alasan dan argumen agama. 

Melalui Encyclopaedia of Islam, EK Rowson menyatakan al-Raghib menuliskan karya lainnya dalam bentuk tulisan-tulisan pendek itu membahas tentang pendidikan, klasifikasi sains, dan hubungan yang terwujud dalam masyarakat. Judul tulisan itu di antaranya Risala fi Anna Fadhilat al-Insan bil-Ulum dan Risala fi Dhikr al-Wahid wal-Ahad.