Senin , 20 March 2017, 12:45 WIB

Masjid, Tempat Muslim Belgorad Berkumpul

Red: Agung Sasongko
IRIB
Muslim Rusia
Muslim Rusia

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Berbeda dengan Muslim di Indonesia yang begitu mudah menjumpai masjid atau mushala, di Belgorad, Rusia, hanya terdapat satu buah masjid. Itu pun bila ditilik dari segi arsitekturnya, mirip dengan rumah biasa. Apalagi, bangunannya menyatu dengan bagian rumah penduduk. Tidak ada tanda-tanda khusus layaknya masjid pada umumnya seperti di Indonesia.

Satu-satunya tanda kalau bangunan ini bernama masjid adalah sebuah tulisan yang terdapat di pintu masuknya, berbahasa Cyrilic (baca: Masjid). Ukuran tulisan ini hanya sekitar 30 sentimeter (cm) kali 15 cm. Sedangkan, lokasi masjid berada di pusat kota, tepatnya di Jalan Stujenceskoi 65 B, Belgorad.

Luas masjid mencapai 30 x 20 meter. Dan, ruang shalat seluas 10 meter persegi. Sisanya digunakan untuk kantor, tempat wudlu, toilet, dapur, dan area parkir. Meski tidak ada marbot (petugas kebersihan), kebersihan masjid sangat terpelihara dengan baik. Bahkan, ruangan toiletnya sangat tertata cantik dan sama sekali tidak berbau. Jika di dalam ruangan terdapat sampah, jamaah akan berinisiatif untuk membersihkannya sendiri. Kesadaran akan kebersihan masjid telah mendarah daging dalam setiap pribadi Muslim Belgorad.

Tak jauh dari toilet, tersedia lima keran untuk wudlu. Dan, tiap-tiap tempat wudlu tersedia sabun mandi yang dapat digunakan jamaah untuk membersihkan muka. Jika ada jamaah yang bermaksud sikat gigi sebelum wudlu, tersedia pula pasta giginya secara cuma-cuma.

Di ruang dapur tersedia kompor listrik, piring, sendok, garpu, dan gelas. Para jamaah dapat menggunakannya secara leluasa seperti layaknya rumah sendiri. Hanya saja, bahan makanan atau minuman ditanggung masing-masing. Dengan kondisi demikian, tak heran jika tiap liburan kuliah terdapat mahasiswa yang tertarik menginap di masjid. Pendek kata, masjid menjadi satu-satunya tempat komunitas Muslim di Belgorad.

Sementara itu, perpustakaan masjid juga ada. Terdapat satu buah almari berukuran sedang yang memuat sejumlah Alquran, kitab, dan buku-buku. Tempat perpustakaan ini menyatu dengan ruang kantor masjid. Koleksi buku tidak banyak. Sepertiga koleksi buku berisi panduan praktis membaca Alquran (mirip buku metode Iqra) dan buku-buku pengenalan Islam. Kedua jenis buku tersebut dibagikan secara cuma-cuma sebagai upaya perluasan dakwah.

Di sini, juga terdapat beberapa buku terjemahan bahasa Rusia dari Kitab Bulugh al-Maram, Shahih Bukhari-Muslim, Hadis Arbain, dan risalah tauhid karya Syekh Al-Albani. Selain itu, juga terdapat majalah-majalah Islam berbahasa Rusia edisi kedaluwarsa dalam jumlah yang banyak dan dapat diambil cuma-cuma. Tiap Jumat, jamaah memperoleh lembaran foto-kopi jadwal shalat untuk per bulannya.

Penulis: Ustaz Kusen MA,