Selasa 31 Jan 2017 17:09 WIB

Desain Masjid Cologne Terobos Pakem

Maket Masjid Raya Cologne di Jerman
Maket Masjid Raya Cologne di Jerman

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Berbeda dengan kebanyakan bangunan masjid di negara-negara lain yang mengadopsi gaya tradisional, bangunan Masjid Cologne justru menerobos pakem-pakem yang selama ini banyak digunakan dalam arsitektur bangunan tempat ibadah umat Islam.

Hal ini terlihat pada bagian kubah masjid yang tidak berbentuk separuh bola ataupun berbentuk kerucut (makhrut), setengah oval (al-ihliji), silinder (ustuwani), dan berbentuk bawang lancip ke atas. Bila umumnya kubah masjid berbentuk setengah lingkaran, kubah pada bangunan Masjid Cologne lebih mengedepankan gaya arsitektur di era modern, yakni bentuk kubah geodesi.

Kubah ini berbentuk hemister dan menggunakan kekisi sebagai rangka, sehingga menjadikannya lebih ringan. Perkembangan teknologi juga memungkinkan penggunaan cermin dan plastik sebagai padatan pada desain kubah.

Kubah dengan tinggi mencapai 35 meter ini dibuat seperti bola dunia yang transparan, sehingga bagian dalam masjid bisa terlihat dari luar. Bangunan masjid ini juga dilengkapi dengan dua buah menara setinggi 55 meter. Sementara eksterior bangunan utama, bangunan pendukung, dan menara masjid didominasi warna putih.

Kendati Masjid Cologne memiliki dua buah menara yang mengapit bangunan utama, berdasarkan hasil kesepakatan antara pihak Turkish-Islamic Union for Religius Affairs dan warga non-Muslim setempat, suara azan tidak akan diperdengarkan melalui menara masjid.

Hal ini menunjukkan sikap toleransi yang sangat baik di antara warga Jerman.

Ketinggian menara masjid juga merupakan salah satu hasil kesepakatan bersama seluruh warga Kota Cologne yang menghendaki agar ketinggiannya sama seperti bangunan di lingkungan sekitarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement