Rabu , 04 Januari 2017, 18:00 WIB

Muslim Taiwan Belajar Islam di Tanah Suci

Rep: Wachidah Handasah/ Red: Agung Sasongko
Musiron/Republika
Kabah
Kabah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Meski minoritas, Muslim Taiwan sangat memen tingkan pendidikan. Mereka umum nya me miliki pendidikan tinggi. Demi me miliki generasi Muslim yang mum puni, organi sasi-organisasi Islam di Taiwan tak segan mengirim para mahasiswa Muslim untuk menimba ilmu keislaman ke luar negeri, utamanya ke Timur Tengah.

Beberapa di antara me reka kini telah pulang ke Taiwan. Selain terjun di bidang dakwah, bebe rapa di antara mereka diminta pemerintah untuk mengabdi di ranah diplomatik. Berbekal pengetahuan dan kemampuan berbahasa Arab, mereka menjadi andalan Pemerintah Taiwan un tuk berdiplomasi dengan negaranegara Muslim maupun Arab.

Sejauh ini, komunitas Muslim belum memiliki lembaga pendidikan Islam yang formal. Ka rena itu, untuk mendapat pela jaran ke islaman, anak-anak Mus lim meng ikuti semacam Taman Pendidikan Alquran (TPA) di masjid. Biasanya, kegiatan ini diselenggarakan tiap Ahad. Ada pelajaran bahasa Arab, menghafal Alquran, dan sejarah Islam. Untuk orang dewasa, ada pengajian khusus untuk mengkaji Alquran dan hukum Islam.

Haji Dawood Kuo-An Ni, ketua Chinese Muslim Association, adalah salah satu tokoh Muslim yang giat menggelar kegiatan dakwah, kursus bahasa Arab, dan pelatihan kepemimpinan bagi para pemuda Muslim. Selain Haji Dawood, ada beberapa tokoh Muslim lain yang terpandang di sana.

Di antaranya, Ibrahim Chao, orang Taiwan pertama yang meraih gelar doktor hukum Islam dari sebuah universitas di Arab Saudi. Saat ini, ia aktif mengajar hukum Islam kepada mahasiswa Taiwan. Ia juga tercatat sebagai anggota Dewan Konstituen Liga Muslim Dunia. Ada pula Ali Jin, guru besar yang mengajar bahasa Arab dan studi keislaman, baik pada mahasiswa Muslim mau pun non-Muslim.

Di Taiwan, aktivitas umat Islam, terutama Idul Fitri, merupakan sesuatu yang sangat menarik perhatian. Saat Lebaran tiba, laporan mengenai hari raya umat Islam ini senantiasa meng hiasi media cetak dan elektronik. Hal ini membuat pamor Islam kian berkilau.

Pada saat yang sama, keberadaan Islam juga semakin diakui oleh pemerintah. Hal ini setidaknya tampak dari kesediaan Presiden Taiwan untuk mene rima delegasi jamaah haji sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci.