Selasa 29 Nov 2016 18:00 WIB

Geliat Islam di Negeri Beruang Merah

Rep: Hasanul Rizqa/ Red: Agung Sasongko
Masjid Katedral Moskow.
Foto: Republika/Dwi Murdaningsih
Masjid Katedral Moskow.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menilik sejarahnya, pada abad pertengahan, Moskow pernah diklaim sebagai Roma Ketiga (setelah Kota Roma dan Konstantinopel). Hal itu bisa ditelusuri dari peninggalan bangunan.  Dalam buku Russia and Islam: State Society and Radicalism (2010), Luke March menulis artikel berjudul Modern Moscow, Muslim Moscow? Di sana, dengan cukup detail ia menjabarkan berbagai hal.

Di Moskow, ada Gereja Katedral Santo Basil (di Lapangan Merah) dan Gereja Katedral Kristus Sang Penyelamat (di utara Sungai Moskow). Keduanya bernilai seni tinggi dan hingga kini masih menjadi ikon pariwisata setempat.

Namun, menilik dari sejarah pula, kaum Muslim sebenarnya sudah menetap di Moskow setidaknya sejak enam abad lalu.

Dalam masa sesudah Uni Soviet, migrasi melonjak tajam dan meningkatkan jumlah mereka (orang Islam). Menurut perkiraan kasar, jumlah mereka mencapai sekitar dua juta atau 2,5 juta jiwa di antara  total penduduk Moskow, yakni sekitar 13 juta jiwa.

Melihat angka itu, Moskow bisa menjadi salah satu ibu kota di Eropa dengan mayoritas penduduk Muslim. Tentu saja, kota Muslim terbesar di Rusia.

Luke tidak membantah bahwa angka total populasi itu masih banyak diperdebatkan. Namun, usainya kekuasaan Uni Soviet memang menghasilkan arus migrasi yang deras.  Berbagai kesempatan hidup terbuka lebar di kota-kota besar, termasuk Moskow. Hal ini juga menjadi daya tarik orang Islam Rusia untuk merantau dari daerah-daerah.

Luke mencatat, sejak awal milenium ini saja, geliat umat Islam Rusia sudah menjangkau ranah publik. Pada 2000, muncul situs-situs internet yang menyuarakan kelompok ini. Sebut saja islam.ru (2000) dan islamnews.ru (2002).

Selain itu, ada pula perusahaan penerbitan buku-buku Islam, seperti Umma (2002). Media lain yang juga menjadi garapan umat Islam Rusia adalah radio, misalnya, stasiun Radio Islam (beralamat di www.radioislam.tv).

Restoran halal pertama di Moskow adalah U Rodnika (2008), terletak di sekitar stasiun kereta bawah tanah Tulskaya. Di ranah budaya, terselenggara festival fotografi bertajuk Islam di Rusia pada Hari Natal, 25 Desember 2008, di Markas Para Jurnalis, Moskow. Keadaan kaum Muslim ini jarang dipelajari secara mendalam, kata Lake.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement